Mendikti dan Kepala BGN Resmikan SPPG Unhas Pertama di PTN
Mendikti dan BGN Resmikan SPPG Unhas Pertama di PTN

Peresmian SPPG Unhas: Langkah Baru Pendidikan Guru di PTN

Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Mendikti) bersama Kepala Badan Guru Nasional (BGN) meresmikan Satuan Pendidikan Profesi Guru (SPPG) Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Senin, 28 April 2026. SPPG Unhas menjadi yang pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.

Peresmian ini menandai tonggak sejarah dalam sistem pendidikan guru di Tanah Air. SPPG Unhas diharapkan menjadi model bagi PTN lain dalam menyelenggarakan program profesi guru yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan nasional.

Fokus pada Kualitas dan Relevansi

Dalam sambutannya, Mendikti menekankan pentingnya SPPG dalam meningkatkan kualitas guru Indonesia. "SPPG Unhas ini adalah yang pertama di PTN. Kami berharap ini akan menjadi contoh bagi PTN lainnya untuk menghasilkan guru-guru yang kompeten dan berdaya saing global," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kepala BGN juga menambahkan bahwa program ini dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. "Kurikulum SPPG Unhas telah disusun dengan melibatkan para ahli pendidikan dan praktisi lapangan. Fokusnya adalah pada pengembangan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru," jelasnya.

Fasilitas dan Dukungan Penuh

SPPG Unhas dilengkapi dengan fasilitas modern, termasuk laboratorium pengajaran mikro, ruang simulasi pembelajaran, dan perpustakaan digital. Selain itu, Unhas juga menyediakan beasiswa bagi calon guru berprestasi yang ingin mengikuti program ini.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, menyatakan kesiapan institusinya dalam menyelenggarakan SPPG. "Kami berkomitmen untuk mendukung penuh program ini. Unhas memiliki sumber daya manusia dan infrastruktur yang memadai untuk mencetak guru-guru unggulan," tegasnya.

Dampak bagi Pendidikan Nasional

Peresmian SPPG Unhas diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan adanya program profesi guru yang terstandar, lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan pembelajaran inovatif dan efektif di sekolah-sekolah.

Kepala BGN juga mengungkapkan bahwa pemerintah akan terus mendorong PTN lain untuk mendirikan SPPG serupa. "Kami targetkan setiap PTN memiliki SPPG dalam lima tahun ke depan. Ini adalah bagian dari upaya kita untuk memenuhi kebutuhan guru profesional di seluruh Indonesia," pungkasnya.

Acara peresmian dihadiri oleh para pejabat Kemendikti, BGN, pimpinan Unhas, serta para undangan dari berbagai institusi pendidikan. Kegiatan ini juga disiarkan secara daring melalui kanal YouTube resmi Unhas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga