Kabar mengenai penambahan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Bahasa Inggris dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP pada tahun 2027 masih simpang siur. Beredar informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa kedua mata pelajaran tersebut akan menjadi bagian dari ujian TKA mendatang. Namun, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan klarifikasi resmi terkait isu ini.
Klarifikasi Kemendikdasmen
Plt. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.Sc., menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai perubahan mata pelajaran yang diujikan dalam TKA. "Kami masih melakukan kajian mendalam terkait evaluasi pelaksanaan TKA. Rencana penambahan IPA dan Bahasa Inggris masih dalam tahap wacana dan belum diputuskan," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/5/2026).
Analisis Kebutuhan
Wacana penambahan IPA dan Bahasa Inggris didasari oleh hasil evaluasi yang menunjukkan bahwa penguasaan siswa di bidang sains dan bahasa asing masih perlu ditingkatkan. Selain itu, tuntutan globalisasi dan perkembangan teknologi menuntut kompetensi literasi sains dan komunikasi internasional yang lebih baik. Namun, Kemendikdasmen juga mempertimbangkan beban belajar siswa dan kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan perubahan tersebut.
Respons Publik
Informasi yang beredar di masyarakat menimbulkan beragam reaksi. Sebagian orang tua dan guru menyambut positif wacana ini karena dianggap dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, ada pula yang khawatir akan menambah tekanan pada siswa. Kepala Sekolah SDN 01 Menteng, Jakarta Pusat, Budi Santoso, mengatakan, "Kami berharap keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kesiapan guru dan siswa. Jangan sampai perubahan mendadak membebani mereka."
Langkah Selanjutnya
Kemendikdasmen berencana melakukan uji publik dan sosialisasi secara masif sebelum mengambil keputusan final. Selain itu, akan dilakukan pilot project di beberapa sekolah untuk mengukur efektivitas dan dampak dari penambahan mata pelajaran tersebut. Hasil kajian dan uji coba akan menjadi dasar penetapan kebijakan TKA pada tahun 2027.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Semua informasi resmi akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi Kemendikdasmen dan portal berita terpercaya. Hingga saat ini, TKA masih mengujikan mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan kemampuan berpikir kritis seperti sebelumnya.



