Universitas Andalan (Unand) masih melakukan kajian mendalam terkait rencana pembangunan dapur MBG (Makanan Bergizi Gratis) sebelum mengambil keputusan final. Hal ini disampaikan oleh Rektor Unand dalam keterangan pers di Padang, Senin (10/5/2026).
Kajian Aspek Teknis dan Anggaran
Rektor Unand menjelaskan bahwa kajian mencakup berbagai aspek, mulai dari teknis pembangunan, anggaran yang dibutuhkan, hingga dampak lingkungan. "Kami tidak ingin terburu-buru. Semua aspek harus dipertimbangkan secara matang," ujarnya.
Dapur MBG direncanakan untuk mendukung program penyediaan makanan bergizi bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar. Namun, Unand ingin memastikan bahwa pembangunan ini tepat sasaran dan berkelanjutan.
Dampak Lingkungan dan Sosial
Selain aspek teknis dan anggaran, Unand juga mengkaji dampak lingkungan dan sosial dari pembangunan dapur MBG. Tim kajian melibatkan ahli dari berbagai fakultas, termasuk Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Ilmu Sosial.
"Kami ingin memastikan bahwa pembangunan ini tidak menimbulkan masalah baru, seperti pencemaran atau gangguan bagi warga sekitar," tambah Rektor.
Keputusan Menunggu Hasil Kajian
Keputusan akhir mengenai pembangunan dapur MBG akan diambil setelah kajian selesai. Unand berkomitmen untuk transparan dalam proses ini dan akan melibatkan pemangku kepentingan terkait.
"Kami harap kajian ini selesai dalam waktu dekat, sehingga keputusan dapat segera diumumkan," pungkas Rektor.



