Gus Ipul Usulkan Pesantren Ploso Kediri Jadi Lokasi Munas dan Konbes NU 2026
Gus Ipul Usulkan Pesantren Ploso untuk Munas NU 2026

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengusulkan Pondok Pesantren Al Falah Ploso di Mojo, Kediri, Jawa Timur, sebagai lokasi penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Alim Ulama NU pada tahun 2026. Usulan ini disampaikan dalam Rapat Pleno PBNU di Gedung PBNU Lantai 8, Jalan Kramat Raya, Jakarta, pada hari Kamis.

Alasan Pemilihan Pesantren Ploso

Menurut Gus Ipul, Ploso merupakan tempat yang layak karena memiliki akar sejarah yang kuat, tradisi keilmuan yang mendalam, dan kedudukan penting dalam khazanah pesantren NU. Usulan ini juga merupakan tindak lanjut dari permintaan KH Nurul Husna Djazuli dan Gus Muhammad Alkautsar yang menginginkan agar agenda permusyawaratan ulama NU digelar di pesantren tersebut. "Kami bertemu dengan KH Huda (Nurul Huda Djazuli) dan Gus Kautsar. Beliau berpesan dan siap Ploso dijadikan lokasi Munas dan Konbes," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis.

Rangkaian Pembukaan di Bangkalan

Selain itu, Gus Ipul juga mengusulkan agar rangkaian pembukaan Munas dan Konbes dilaksanakan di kawasan pesantren atau Makbaroh Syaikhona Muhammad Kholil di Bangkalan, Madura. Gagasan ini penting sebagai bentuk tabarruk, penghormatan, dan penyambungan sanad perjuangan NU kepada salah satu maha guru para ulama Nusantara. Pembukaan di Makbaroh Syaikhona Kholil diharapkan menjadi simbol penghormatan kepada akar spiritual dan keilmuan NU, sedangkan rangkaian sidang dan forum permusyawaratan dilanjutkan di Pondok Pesantren Ploso.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Makna Simbolis dan Historis

Gus Ipul menegaskan bahwa Munas dan Konbes Alim Ulama merupakan forum penting bagi NU untuk merumuskan pandangan keagamaan, kebangsaan, dan organisasi. Oleh karena itu, lokasi penyelenggaraan harus memiliki kekuatan simbolik, tradisi keilmuan, dan kedekatan historis dengan dunia pesantren. "Pesantren Ploso memiliki kelayakan karena dikenal sebagai salah satu pesantren besar yang melahirkan banyak ulama, kiai, dan kader NU. Selain itu, Ploso juga memiliki tradisi keilmuan yang kuat dan menjadi pusat rujukan pesantren di Jawa Timur," ujarnya. Sementara itu, Makbaroh Syaikhona Kholil memiliki makna historis dan spiritual yang kuat bagi NU, karena beliau dikenal sebagai guru para pendiri NU dan menjadi mata rantai penting dalam tradisi keilmuan pesantren.

Proses Selanjutnya

Meskipun demikian, Gus Ipul menekankan bahwa usulan ini masih akan dibahas lebih lanjut bersama jajaran PBNU, dan keputusan akan ditetapkan melalui mekanisme organisasi. Dalam rapat pleno tersebut, ia juga menyampaikan perkembangan usulan lokasi Muktamar Ke-35 NU. Secara resmi, tiga Pengurus Wilayah NU telah mengajukan diri sebagai calon tuan rumah, yaitu Jakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sumatera Barat.

Calon Tuan Rumah Muktamar Ke-35

"Secara resmi ada tiga wilayah yang mengusulkan: Jakarta, NTB, dan Sumatra Barat, serta terakhir ada Jawa Timur," katanya. NTB menjadi wilayah yang paling aktif menunjukkan kesiapan, dengan dukungan dari PWNU setempat dan pemerintah daerah, termasuk dukungan resmi dari gubernur. Sumatera Barat juga telah menyampaikan usulan resmi, meskipun komunikasi dan dukungannya belum seintens NTB. Jakarta telah mengirimkan surat resmi, tetapi belum diikuti koordinasi lanjutan. Di luar tiga wilayah tersebut, Jawa Timur mulai diperbincangkan sebagai calon lokasi, dengan beberapa pesantren dan daerah seperti Lirboyo, Bangkalan, dan Situbondo muncul dalam pembicaraan. Namun, khusus untuk Munas dan Konbes Alim Ulama 2026, Gus Ipul menyampaikan bahwa Pesantren Ploso menjadi salah satu lokasi yang diusulkan dan patut dipertimbangkan serius oleh PBNU, dengan pembukaan yang diusulkan berlangsung di dekat Makbaroh Syaikhona Kholil Bangkalan. "Yang paling seru itu adalah Jawa Timur. Meskipun ini tidak ada surat resmi, tapi ada beberapa wacana yang dikembangkan di sana untuk siap menjadi tuan rumah," tutupnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga