Sepanjang bulan Mei 2026, langit malam akan menyuguhkan sejumlah fenomena astronomi menarik yang patut disaksikan. Mulai dari cahaya redup bumi yang memantul ke bulan hingga bulan purnama mikro yang langka, berikut adalah daftar fenomena langit yang akan terjadi.
Apa Itu Earthshine?
Earthshine adalah fenomena ketika sisi gelap bulan tampak bercahaya samar akibat pantulan cahaya matahari dari bumi. Fenomena ini paling jelas terlihat saat bulan sabit tipis, biasanya beberapa hari setelah bulan baru. Pada Mei 2026, earthshine dapat diamati pada tanggal 12 dan 13 Mei, saat bulan berada di fase sabit awal. Untuk melihatnya, carilah bulan di ufuk barat setelah matahari terbenam. Gunakan teropong atau teleskop untuk hasil terbaik, meskipun mata telanjang pun sudah cukup.
Micro Blue Moon: Apa dan Kapan?
Micro blue moon adalah istilah untuk bulan purnama yang terjadi dua kali dalam satu bulan kalender (blue moon) dan bertepatan dengan posisi bulan di titik terjauh dari bumi (apogee), sehingga tampak lebih kecil dari biasanya. Fenomena ini akan terjadi pada 31 Mei 2026. Meskipun disebut 'biru', bulan tidak akan berwarna biru; nama tersebut hanya merujuk pada kejadian langka bulan purnama kedua dalam satu bulan. Micro blue moon biasanya berukuran sekitar 14% lebih kecil dan 30% lebih redup dibandingkan supermoon.
Fenomena Lain di Mei 2026
Selain earthshine dan micro blue moon, ada beberapa fenomena lain yang layak dinantikan:
- Konjungsi Bulan dan Venus (23 Mei): Bulan sabit akan bertemu dengan Venus, planet paling terang, menciptakan pemandangan indah di langit barat setelah matahari terbenam.
- Hujan Meteor Eta Aquarids (puncak 5-6 Mei): Hujan meteor yang berasal dari debu Komet Halley ini dapat menghasilkan hingga 30 meteor per jam. Waktu terbaik mengamati adalah setelah tengah malam hingga fajar, terutama di lokasi yang gelap.
- Okultasi Regulus oleh Bulan (8 Mei): Bulan akan melintas di depan bintang Regulus, menutupinya sejenak. Fenomena ini dapat diamati dengan teleskop atau teropong di sebagian wilayah Indonesia.
Cara Mengamati dengan Aman
Tidak diperlukan alat khusus untuk menikmati sebagian besar fenomena ini, tetapi beberapa tips berikut bisa membantu:
- Cari lokasi yang gelap, jauh dari polusi cahaya kota.
- Gunakan aplikasi langit seperti Stellarium atau SkySafari untuk mengetahui posisi objek.
- Bawa teropong atau teleskop jika ingin melihat detail seperti kawah bulan atau planet.
- Perhatikan cuaca; langit cerah sangat penting untuk pengamatan.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan keindahan alam semesta ini. Catat tanggalnya dan siapkan diri Anda untuk malam yang penuh bintang.



