Pembelajaran di Tenda Masih Berlangsung Pascabanjir Sumatra, DPR Desak Perbaikan Sekolah Tuntas Sebelum Lebaran
Kegiatan belajar mengajar masih banyak dilakukan di tenda-tenda darurat pascabanjir bandang yang melanda wilayah Sumatra, khususnya di daerah sekitar Sungai Peusangan di Bireuen, Aceh, pada November 2025. Kondisi ini memaksa siswa-siswa untuk berkumpul di kelas darurat di dalam tempat penampungan, setelah fasilitas pendidikan mereka hancur akibat bencana alam tersebut.
Desakan DPR untuk Penyelesaian Cepat
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa pemerintah harus memaksimalkan proses rehabilitasi dan revitalisasi sekolah terdampak bencana sebelum Lebaran. Dalam rapat koordinasi terakhir dengan para menteri dan Satgas, DPR meminta agar sarana dan prasarana pendidikan sudah diperbaiki secara tuntas. "Kami meminta agar sebelum Lebaran, proses rehabilitasi dan revitalisasi khususnya sarana dan prasarana pendidikan harus sudah tuntas," ujar Lalu di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Jumat 20 Januari 2026.
Kendala dalam Proses Rehabilitasi
Meskipun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyanggupi target yang diberikan oleh DPR, terdapat beberapa kendala yang menghambat proses perbaikan. Lalu menyoroti masalah sinkronisasi data dan komunikasi antara pusat dan daerah, serta faktor cuaca yang tidak mendukung. "Perencanaan sudah ada, ternyata di lapangan tidak sesuai dengan perencanaan," katanya. Namun, semua pihak sepakat untuk berupaya maksimal agar rehabilitasi bidang pendidikan selesai sebelum Lebaran.
Kebutuhan Anggaran Besar untuk Pemulihan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa kebutuhan anggaran untuk penanganan pasca bencana di Aceh dan wilayah Sumatra mencapai puluhan triliun rupiah. Salah satu usulan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) diperkirakan sekitar Rp 70 triliun, yang dirancang dalam skema multiyears. Rincian anggaran tersebut meliputi:
- Tahun pertama: Rp 28 triliun
- Tahun kedua: Rp 28 triliun
- Tahun ketiga: Rp 16 triliun
Anggaran ini juga mencakup dukungan ketahanan bencana, biaya operasional, tim pelaksana satgas, rehabilitasi lahan dan irigasi, serta bantuan benih dan pakan ternak, dengan total sekitar Rp 43 triliun. Purbaya menyampaikan hal ini dalam rapat bersama DPR pada Rabu 18 Februari 2026.
Dampak Bencana pada Pendidikan
Banjir bandang yang terjadi pada November 2025 telah menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur pendidikan di Sumatra. Banyak sekolah hancur, sehingga siswa terpaksa belajar di tenda darurat. Situasi ini mengganggu proses pembelajaran dan menuntut respons cepat dari pemerintah untuk memulihkan normalitas pendidikan. DPR terus mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah agar target perbaikan dapat tercapai tepat waktu, demi masa depan generasi muda di wilayah terdampak.



