Raisa, Murid Sekolah Rakyat yang Nyaris Putus Sekolah, Kini Bercita-cita Jadi Polwan
Raisa, dari Nyaris Putus Sekolah ke Cita-cita Jadi Polwan

Kisah Haru Raisa, Murid Sekolah Rakyat yang Nyaris Putus Sekolah

Pemerintah terus memperluas program Sekolah Rakyat sebagai upaya membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program yang digagas pada era Presiden Prabowo Subianto ini mengusung konsep pendidikan berasrama dengan dukungan berbagai pihak, bertujuan mencetak generasi unggul yang mampu bersaing hingga tingkat global.

Dampak Nyata bagi Raisa dan Keluarganya

Salah satu penerima manfaat adalah Raisa Alena Wijayanto (11), siswa kelas 5 Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 2 Surakarta. Ia sempat terancam putus sekolah akibat kondisi keluarganya yang sulit. "Orang tua saya sudah cerai. Sudah tidak bisa membiayai saya," kata Raisa dengan nada haru. Kini, bersama saudara kembarnya, Raisa dapat kembali bersekolah dan tinggal di asrama dengan fasilitas lengkap.

Seluruh kebutuhan pendidikan dan kesehariannya ditanggung, mulai dari seragam hingga tempat tinggal. "Sehari makan tiga kali, snack dua kali. Enak (makanannya). Semoga aku bisa meraih cita-citaku: Polwan," ujarnya penuh harapan. Raisa juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas keberadaan program tersebut. "Terima kasih Pak Prabowo telah membuat Sekolah Rakyat ini. Dan saya insya Allah bisa meraih cita-cita saya," tambahnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penanaman Nilai Kesetaraan dan Kolaborasi Institusi

Selain memberikan akses pendidikan, Sekolah Rakyat juga menanamkan nilai kesetaraan dan membangun kembali harapan anak-anak yang sebelumnya terkendala kondisi ekonomi. Di sisi lain, penguatan kualitas program terus dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai institusi, salah satunya Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Wakil Rektor UPI, Agus Setiabudi, menyebut kerja sama dengan Kementerian Sosial menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan pendidikan di lapangan. "Ini bisa dikatakan sebagai gayung bersambut. Kita memang sedang mencari berbagai permasalahan nyata yang ada di dunia pendidikan," ujar Agus. Ia menjelaskan, kontribusi UPI akan difokuskan pada:

  • Pengembangan kurikulum
  • Peningkatan kapasitas guru
  • Penataan sistem pendidikan

"Dalam waktu dekat juga akan dilakukan pembinaan bagi para guru serta penataan kurikulum sekolah," jelasnya. Selain itu, UPI akan mengirim mahasiswa untuk praktik kerja lapangan sebagai bentuk dukungan tenaga pendidik sekaligus menyiapkan potensi rekrutmen di masa depan.

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Dengan dukungan fasilitas, pembinaan karakter melalui sistem asrama, serta kolaborasi lintas institusi, program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jembatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih peluang pendidikan yang lebih luas. Pemerintah telah membangun 104 Sekolah Rakyat berasrama gratis untuk mempercepat akses pendidikan bagi anak miskin ekstrem, mendorong pemerataan dan masa depan yang lebih baik.

Kisah Raisa menjadi bukti nyata bahwa program ini tidak hanya menyelamatkan pendidikan, tetapi juga membangkitkan mimpi dan harapan. Dengan tekadnya menjadi polwan, Raisa mewakili semangat ribuan anak lain yang kini memiliki kesempatan untuk menggapai cita-cita mereka melalui pendidikan yang terjangkau dan berkualitas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga