Lembaga pemeringkatan pendidikan QS Quacquarelli Symonds telah merilis QS Asia University Rankings 2026. Dalam daftar tersebut, sebanyak 35 perguruan tinggi dari Indonesia berhasil masuk dalam jajaran kampus terbaik di Asia. Prestasi ini menunjukkan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di tanah air.
Perguruan Tinggi Negeri Mendominasi
Peringkat pertama di Indonesia masih diduduki oleh Universitas Indonesia (UI) yang menempati posisi ke-49 di Asia. Disusul oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) di peringkat ke-68, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) di peringkat ke-78. Ketiga kampus ini konsisten menjadi yang terdepan dalam berbagai pemeringkatan internasional.
Satu PTS Masuk Lima Besar
Kejutan terjadi dengan masuknya satu perguruan tinggi swasta (PTS) ke dalam lima besar kampus terbaik Indonesia. Universitas Bina Nusantara (BINUS) berhasil menempati peringkat kelima di Indonesia dan posisi 200-an di Asia. Pencapaian ini membuktikan bahwa PTS mampu bersaing dengan PTN dalam hal kualitas akademik dan penelitian.
Daftar Lengkap 35 Kampus Indonesia di Asia
Berikut adalah urutan 35 kampus Indonesia berdasarkan peringkat di Asia versi QS Asia University Rankings 2026:
- Universitas Indonesia (UI) - peringkat 49
- Universitas Gadjah Mada (UGM) - peringkat 68
- Institut Teknologi Bandung (ITB) - peringkat 78
- Institut Pertanian Bogor (IPB) - peringkat 100
- Universitas Bina Nusantara (BINUS) - peringkat 200-an
- Universitas Airlangga (Unair) - peringkat 200-an
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) - peringkat 250-an
- Universitas Padjadjaran (Unpad) - peringkat 300-an
- Universitas Diponegoro (Undip) - peringkat 350-an
- Universitas Brawijaya (UB) - peringkat 400-an
Peringkat selanjutnya diisi oleh berbagai universitas negeri dan swasta lainnya, seperti Universitas Sebelas Maret, Universitas Hasanuddin, Universitas Telkom, dan Universitas Kristen Petra.
Metodologi Penilaian
QS Asia University Rankings menggunakan beberapa indikator penilaian, antara lain reputasi akademik, reputasi employer, rasio dosen-mahasiswa, sitasi per publikasi, jumlah publikasi, jumlah staf doktoral, proporsi mahasiswa internasional, dan proporsi dosen internasional. Peningkatan jumlah kampus Indonesia yang masuk dalam daftar ini menunjukkan perbaikan di berbagai aspek tersebut.
Dengan masuknya 35 kampus Indonesia dalam daftar ini, diharapkan dapat mendorong perguruan tinggi lain untuk terus meningkatkan kualitasnya. Hal ini juga menjadi kabar baik bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di dalam negeri dengan standar internasional.



