Rektor Unair Ingatkan Mahasiswa Waspada Modus Lama Penawaran Joki UTBK
Rektor Universitas Airlangga (Unair) Prof. Dr. Mohammad Nasih mengingatkan calon mahasiswa untuk tetap waspada terhadap penawaran jasa joki UTBK, meskipun modus ini telah lama beredar. Dalam pernyataannya, Nasih menekankan bahwa praktik ini tidak hanya berisiko merugikan secara finansial, tetapi juga melanggar prinsip integritas akademik yang menjadi fondasi pendidikan tinggi.
Modus Lama yang Masih Mengancam
Meski modus penawaran joki UTBK sudah dikenal sejak lama, Nasih menyatakan bahwa hal ini masih menjadi ancaman serius bagi calon mahasiswa, terutama di masa seleksi masuk perguruan tinggi. Praktik ini sering kali menargetkan siswa yang merasa kurang percaya diri atau tertekan dengan persaingan ketat. Ia menambahkan bahwa pelaku biasanya memanfaatkan media sosial atau platform daring untuk menawarkan jasa dengan iming-iming hasil tinggi tanpa usaha.
Nasih menjelaskan, "Walaupun modusnya sudah lama, kita tidak boleh lengah. Calon mahasiswa harus memahami bahwa menggunakan joki adalah tindakan tidak jujur yang dapat berujung pada sanksi akademik, bahkan pembatalan penerimaan." Ia juga mengingatkan bahwa universitas telah memperketat pengawasan selama ujian, termasuk dengan teknologi pengawasan canggih untuk mendeteksi kecurangan.
Dampak Negatif dan Risiko yang Ditimbulkan
Penawaran joki UTBK tidak hanya membahayakan calon mahasiswa secara individu, tetapi juga merusak ekosistem pendidikan. Berikut adalah beberapa dampak negatif yang perlu diwaspadai:
- Kerugian finansial: Calon mahasiswa bisa kehilangan uang dalam jumlah besar tanpa mendapatkan jaminan hasil yang dijanjikan.
- Pelanggaran integritas akademik: Praktik ini mengikis nilai kejujuran dan kerja keras yang seharusnya dikembangkan dalam dunia pendidikan.
- Risiko hukum dan sanksi: Universitas berwenang memberikan sanksi tegas, termasuk pembatalan kelulusan atau tuntutan pidana jika terbukti melanggar aturan.
- Dampak psikologis: Tekanan dan rasa bersalah dapat muncul setelah terlibat dalam kecurangan, mempengaruhi kesehatan mental siswa.
Nasih menegaskan, "Pendidikan bukan hanya tentang nilai, tetapi tentang pembentukan karakter. Mengandalkan joki justru menghambat proses belajar yang sesungguhnya." Ia mendorong calon mahasiswa untuk mempersiapkan diri dengan baik melalui belajar mandiri, bimbingan belajar resmi, atau sumber daya edukasi yang tersedia secara legal.
Langkah Pencegahan dan Edukasi
Untuk mengatasi masalah ini, Unair telah mengambil beberapa langkah pencegahan, antara lain:
- Kampanye edukasi: Menyebarkan informasi melalui media sosial dan situs resmi universitas tentang bahaya penawaran joki UTBK.
- Kolaborasi dengan pihak berwajib: Bekerja sama dengan kepolisian untuk melacak dan menindak pelaku penipuan akademik.
- Penguatan sistem pengawasan: Menerapkan teknologi seperti pengawasan berbasis AI dan verifikasi identitas ketat selama ujian.
- Dukungan psikologis: Menyediakan layanan konseling bagi calon mahasiswa yang merasa cemas atau tertekan dalam menghadapi seleksi.
Nasih menutup dengan pesan, "Kejujuran adalah kunci kesuksesan jangka panjang. Mari bersama-sama menjaga integritas pendidikan Indonesia dengan menolak segala bentuk kecurangan." Ia berharap peringatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengurangi kasus penawaran joki UTBK di masa mendatang.



