Airlangga Beberkan Strategi Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas
Airlangga Ungkap Strategi Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan sejumlah strategi pemerintah untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar naik kelas. Hal ini disampaikan dalam Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro bertema 'UMKM Terkoneksi, Tumbuh Berinovasi, Legal Terlindungi, Berdaya' yang digelar secara hybrid di Jakarta, Senin (29/6/2026).

KUR Hampir Rp300 Triliun Terserap 50,83 Persen

Airlangga mengungkapkan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2026 mencapai hampir Rp300 triliun. Hingga 28 Juni 2026, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp147,70 triliun yang disalurkan kepada 2,32 juta debitur, atau sebesar 50,83 persen dari target plafon. "UMKM ini mendapatkan KUR yang besarnya hampir Rp300 triliun dan capaiannya sudah mencapai hampir 50 persen, 50,83 (persen)," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis.

Pemerintah Luncurkan KUR Perumahan Rp50 Triliun

Airlangga menegaskan pemerintah terus memperluas instrumen pembiayaan. Selain KUR, tersedia pembiayaan ekspor dan kredit industri untuk sektor padat karya dan padat modal. "Pemerintah untuk pertama kalinya meluncurkan KUR Perumahan dengan alokasi pembiayaan sebesar Rp50 triliun. Program tersebut dapat dimanfaatkan untuk renovasi rumah dengan plafon pembiayaan hingga Rp500 juta dan ditargetkan menjangkau 100.000 rumah," jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dorong UMKM Manfaatkan AI dan DEFA ASEAN

Airlangga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI) untuk analisis pasar, identifikasi peluang baru, dan pemetaan potensi daerah. "Festival ini juga menghadirkan workshop mengenai AI. Kami mendorong agar AI untuk analisis pasar, AI untuk pasar-pasar baru, dan AI untuk daerah tertentu dapat dimanfaatkan oleh UMKM," tuturnya. Selain itu, kesepakatan Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ASEAN membuka peluang pasar digital kawasan dengan interoperabilitas sistem pembayaran seperti QRIS.

SAPA UMKM: Super-App Layanan Terpadu

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menambahkan bahwa pemerintah memperkuat layanan melalui transformasi digital, salah satunya melalui platform SAPA UMKM. "SAPA UMKM adalah sebuah bentuk langkah konkret Kementerian UMKM untuk memberikan pelayanan yang optimal," katanya. Super-app ini dikembangkan bersama Kementerian PPN/Bappenas sebagai pusat layanan terpadu untuk mendata, memfasilitasi, dan mengembangkan usaha UMKM, mulai dari pendataan, pengembangan kapasitas, legalitas, hingga akses program pemerintah.

Festival Micro Usaha: Sertifikat Inkubator dan Akad KUR Massal

Acara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat kepada 17 lembaga inkubator berpredikat Grade A, penandatanganan akad KUR massal untuk 350 pelaku UMKM dari tujuh lembaga penyalur, serta sosialisasi dan lokakarya pemanfaatan AI. Turut hadir Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati, Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM Ahmad Ridha Sabana, dan pejabat lainnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga