Klarifikasi: Prabowo Tidak Hapus Program Makan Bergizi Gratis
Narasi yang mengeklaim Presiden Prabowo Subianto resmi menghapus program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menggantinya dengan uang tunai beredar luas di media sosial. Kabar ini muncul di tengah kasus korupsi yang melibatkan mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) serta aksi penolakan terhadap MBG. Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut adalah hoaks.
Penelusuran Fakta: Tidak Ada Penghentian Program
Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan verifikasi terhadap klaim yang beredar. Hasilnya, tidak ditemukan pernyataan resmi dari pemerintah atau Presiden Prabowo mengenai penghapusan program MBG. Justru, mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan relawan MBG menolak penghentian program tersebut. Mereka menegaskan bahwa program MBG masih berjalan dan tidak ada penggantian dengan uang tunai.
Latar Belakang Isu
Isu ini muncul setelah kasus korupsi yang menyeret mantan pimpinan BGN. Beberapa pihak kemudian mengaitkannya dengan program MBG dan menyebarkan informasi bahwa program tersebut dihapus. Namun, tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) juga membantah adanya perubahan kebijakan.
Tanggapan Relawan dan Mitra SPPG
Relawan dan mitra SPPG yang terlibat langsung dalam pelaksanaan MBG menyatakan bahwa program ini masih berjalan seperti biasa. Mereka menolak wacana penghentian dan menegaskan komitmen untuk terus mendukung gizi gratis bagi masyarakat. “Tidak ada informasi resmi tentang penghentian MBG. Kami tetap menjalankan tugas seperti biasa,” ujar salah satu relawan.
Kesimpulan
Klaim bahwa Presiden Prabowo resmi menghapus program Makan Bergizi Gratis dan menggantinya dengan uang tunai adalah hoaks. Program MBG masih berjalan dan tidak ada kebijakan penggantian. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.



