Sebuah insiden kebocoran pipa gas terjadi di Jalan Nangka Raya, Perumnas 1, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi pada Jumat, 29 Mei 2026 sore. Pipa gas yang bocor tersebut merupakan milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Semburan gas dan air bertekanan tinggi membubung hingga setinggi lima meter, menimbulkan kekhawatiran warga sekitar.
Penyebab Kebocoran
Ketua RW 07 Kelurahan Kranji, Fahmi, menjelaskan bahwa kebocoran pipa gas diduga akibat tersenggol oleh alat berat beko yang digunakan dalam proyek pekerjaan saluran air. "Ada pekerjaan beko, beko itu pekerjaan saluran air. Nah dari situ mengenai mungkin pipa gas karena semburannya sangat kuat. Dan tercium bau, bau gas lah," kata Fahmi kepada wartawan pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Penanganan Cepat
Fahmi menyebutkan bahwa sejumlah pihak seperti PT PGN, PDAM, dan pemadam kebakaran (Damkar) langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. "Reaksinya sih cepat lah ya, jadi cepat langsung tertangani gitu," ujarnya. Sementara itu, Liestya Heryani Dewi, Area Head Bekasi PT PGN (Persero), mengatakan bahwa kebocoran ini akibat pekerjaan pihak ketiga. PGN segera melokalisir area kejadian untuk mengamankan situasi. "Kemudian kami juga memastikan masyarakat tidak terdampak, gitu," kata Liestya saat dihubungi pada Jumat, 29 Mei 2026.
Proses Perbaikan
Meski ada kaitan dengan pihak ketiga, Liestya belum bisa menjelaskan penyebab pasti karena harus melakukan analisis teknis lapangan. Hingga kini, PGN masih melakukan identifikasi kerusakan. Ia menerangkan bahwa posisi pipa gas PGN berada di bawah pipa air. Oleh karena itu, pipa air tersebut harus dikosongkan terlebih dahulu untuk bisa melakukan identifikasi dan perbaikan. "Kita akan melakukan upaya perbaikan dengan mengosongkan aliran airnya terlebih dahulu, baru kemudian terlihat tuh kerusakannya seberapa parah, dan itu baru bisa kita tentukan upaya perbaikannya," jelasnya.
Estimasi Waktu Perbaikan
Setelah tingkat kerusakan diketahui, PGN baru dapat menganalisis apakah pipa tersebut perlu diganti atau cukup dilakukan pemotongan pada bagian yang rusak. "Entah nanti perlu kami lakukan replacement terhadap pipa tersebut ataukah hanya diperlukan pemotongan kecil atau apa kita belum tahu nih karena kan pipanya belum kelihatan, masih di bawah pipa air, di bawah saluran air mas," tandasnya. Liestya menyebut bahwa estimasi pengerjaan perbaikan kurang lebih 24 jam, namun pihaknya berupaya menyelesaikan secepat mungkin.
Dampak pada Masyarakat
Hingga saat ini, belum ada korban jiwa atau luka akibat insiden tersebut. Namun, masyarakat sekitar Perumnas 1 untuk sementara belum bisa menggunakan gas pipa dari PGN. PGN terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan perbaikan berjalan lancar dan pasokan gas dapat segera kembali normal.



