Video Dedi Mulyadi Tawarkan Bantuan Rp50 Juta Hasil Manipulasi AI
Video Dedi Mulyadi Tawarkan Bantuan Rp50 Juta Hasil AI

Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim menampilkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menawarkan bantuan modal usaha dan biaya sekolah senilai Rp 50 juta. Namun, setelah ditelusuri oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan hasil manipulasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Narasi yang Beredar

Video yang mengeklaim Dedi Mulyadi menawarkan bantuan modal usaha dan biaya sekolah senilai Rp 50 juta dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini. Dalam video tersebut, masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan diminta untuk mengirimkan nomor WhatsApp melalui Facebook Messenger. Klaim ini segera menyebar luas dan menimbulkan kebingungan di kalangan warganet.

Hasil Penelusuran Tim Cek Fakta

Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran mendalam terhadap video tersebut. Dengan menggunakan teknologi analisis forensik digital, tim menemukan sejumlah kejanggalan yang mengindikasikan bahwa video itu bukanlah rekaman asli. Beberapa ciri manipulasi AI yang terdeteksi antara lain ketidakwajaran gerakan bibir, ekspresi wajah yang tidak natural, serta kualitas audio yang tidak sinkron dengan visual.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Setelah dilakukan verifikasi lebih lanjut, dipastikan bahwa video tersebut adalah hasil rekayasa AI yang dibuat untuk menipu masyarakat. Tidak ada program bantuan sebesar Rp 50 juta yang ditawarkan oleh Gubernur Dedi Mulyadi melalui media sosial seperti yang diklaim dalam video.

Imbauan kepada Masyarakat

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama yang berkaitan dengan tawaran bantuan finansial. Pastikan untuk memverifikasi kebenaran informasi melalui sumber resmi atau kanal komunikasi pemerintah yang terpercaya. Jangan mudah tergiur dengan tawaran yang mengiming-imingi uang dalam jumlah besar, karena bisa jadi itu adalah modus penipuan.

Tim Cek Fakta Kompas.com terus berkomitmen untuk melawan penyebaran informasi palsu dan menyesatkan. Dengan meningkatkan literasi digital, diharapkan masyarakat dapat lebih kritis dalam menyaring informasi sebelum mempercayainya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga