Presiden Argentina Javier Milei kembali memperkuat klaim negaranya atas Kepulauan Falkland di tengah dinamika hubungan internasional yang memanas antara Amerika Serikat dan Inggris. Pernyataan ini muncul seiring kedekatan Milei dengan Presiden AS Donald Trump, serta meningkatnya ketegangan antara Washington dan London terkait perang Iran.
Spekulasi Perubahan Sikap AS
Kondisi tersebut memunculkan spekulasi apakah posisi AS terhadap sengketa Falkland, yang selama ini netral, dapat berubah. Trump dan Milei diketahui beberapa kali bertemu, dan pemimpin Argentina itu kerap hadir dalam forum politik konservatif di AS. Trump bahkan pernah menyebut Milei sebagai 'presiden favoritnya'.
Latar Belakang Sengketa
Kepulauan Falkland, yang dikenal sebagai Malvinas di Argentina, telah menjadi sengketa antara Argentina dan Inggris sejak abad ke-19. Pada 1982, perang singkat terjadi antara kedua negara, yang dimenangkan oleh Inggris. Argentina terus mempertahankan klaimnya atas kepulauan tersebut, sementara Inggris menganggapnya sebagai wilayah seberang lautnya.
Dinamika Politik Regional
Pernyataan Milei ini juga dipandang sebagai upaya untuk memperkuat posisi Argentina di kawasan, di tengah perubahan geopolitik global. Beberapa analis menilai bahwa kedekatan Milei dengan Trump dapat mempengaruhi kebijakan AS terhadap sengketa tersebut, meskipun secara historis AS cenderung netral.
Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah AS mengenai perubahan sikap. Inggris sendiri tetap teguh pada posisinya bahwa status Kepulauan Falkland adalah hak menentukan nasib sendiri bagi penduduknya.



