Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan arahan khusus menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat yang dijadwalkan pada 14 Juli 2026. Dalam rapat koordinasi kesiapan MPLS di kantor Kementerian Sosial, ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh unit kerja untuk memastikan kelancaran proses pengenalan siswa baru di berbagai titik Sekolah Rakyat.
Empat Klaster Kesiapan MPLS
Rapat tersebut membahas empat klaster utama kesiapan. Klaster pertama mencakup kesiapan fisik, sarana prasarana, dan perlengkapan di Sekolah Rakyat. Klaster kedua fokus pada kesiapan migrasi dan rekrutmen siswa. Klaster ketiga membahas kesiapan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Klaster keempat berkaitan dengan kesiapan pelaksanaan MPLS itu sendiri. Gus Ipul juga meminta para kepala sentra untuk mengawal proses perpindahan siswa dari Sekolah Rakyat Rintisan ke Sekolah Rakyat Permanen.
Perawatan Sarana dan Jadwal MPLS
Gus Ipul mengingatkan agar sarana yang ditinggalkan di lokasi sebelumnya tetap dirawat. "Jangan sampai kursi, bangku, dan perlengkapan lainnya masih ditinggalkan di sana menjadi rusak. Semua itu harus dirawat. Jangan sampai ada yang hilang," ujarnya. MPLS Sekolah Rakyat akan berlangsung pada 14-31 Juli 2026, dilanjutkan dengan masa matrikulasi pada 3 Agustus hingga 30 September 2026. Rangkaian kegiatan MPLS meliputi pengenalan sekolah, pemeriksaan kesehatan, pengenalan tata tertib, kegiatan pembentukan karakter, dan kegiatan pendukung lainnya.
Enam Arahan Strategis Gus Ipul
Gus Ipul menyampaikan enam arahan untuk memperkuat kesiapan pelaksanaan MPLS. Pertama, mengaktifkan kembali Sekber Sekolah Rakyat dan Satker terkait serta memastikan kesiapan perpindahan SR Rintisan ke SR Permanen dengan target 14 Juli 2026. Kedua, melaksanakan simulasi menyeluruh perpindahan, dimulai dengan uji coba di satu titik SR Permanen sebelum diterapkan di seluruh sekolah. Ketiga, mempercepat distribusi perlengkapan sekolah dan pengadaan perlengkapan siswa baru, serta memastikan tidak ada keterlambatan atau penyimpangan dalam proses pengadaan.
Keempat, meningkatkan koordinasi dengan Kementerian PU terkait alih pengetahuan pengelolaan sarana dan prasarana SR Permanen, meliputi listrik, air bersih, keamanan gedung, dan fasilitas pendukung lainnya. Kelima, mengaktifkan kembali Gugus Tugas Pengendalian untuk mengatasi hambatan menjelang 14 Juli, menyusun mitigasi risiko, dan memastikan setiap titik Sekolah Rakyat memiliki PIC yang memantau kesiapan. Keenam, memetakan kebutuhan anggaran tambahan (apabila diperlukan) untuk mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Seruan Turun Tangan
Gus Ipul meminta seluruh jajaran untuk turun tangan dalam proses tersebut. "Saya berharap turun tangan semua ini. Turun tangan, bukan tangan turun ya. Turun tangan," tutupnya. Ia menegaskan bahwa MPLS ini menjadi kepentingan seluruh Kementerian Sosial, bukan hanya tanggung jawab satu pihak. "Karena ini menjadi kepentingan seluruh Kementerian Sosial bukan hanya tanggung jawab satu pihak saja, jadi semua harus tahu, semua harus terlibat, semua harus ikut mendengarkan, dan semua harus berkontribusi," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7/2026).



