Mensos Gus Ipul Apresiasi Trenggalek dalam Pemutakhiran DTSEN dan Sekolah Rakyat
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan apresiasi tinggi kepada Kabupaten Trenggalek atas partisipasi aktifnya dalam menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Apresiasi ini mencakup upaya pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) hingga pembangunan Sekolah Rakyat, baik dalam bentuk rintisan maupun permanen.
Kolaborasi untuk Kemandirian Ekonomi
Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul dalam acara bertajuk 'Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi' yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Minggu (29/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menekankan pentingnya data yang akurat untuk mendukung program pengentasan kemiskinan.
"Saya berterima kasih karena Kabupaten Trenggalek termasuk yang sangat peduli terhadap data. Sudah ada mekanisme yang dibuat, sudah ada upaya-upaya yang nyata dalam menghadirkan data yang akurat itu. Tetapi memang kita masih perlu untuk pertajam supaya datanya ini sama, baik yang pusat, provinsi, maupun daerah," ujar Gus Ipul dalam keterangannya.
Penampilan Siswa Sekolah Rakyat
Kedatangan Gus Ipul ke Trenggalek disambut dengan berbagai penampilan dari siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Penampilan tersebut meliputi drama, pidato dalam tiga bahasa (Arab, Inggris, dan Jepang), paduan suara, serta pembacaan puisi. Salah satu siswa, Fadhilla Anggraini Nur Hidayah, yang awalnya kurang percaya diri, berhasil membuktikan kemampuannya dengan membacakan puisi di hadapan masyarakat Trenggalek.
Gus Ipul pun memuji penampilan Fadhilla, sambil menjelaskan bahwa ia merupakan contoh nyata bagaimana data yang akurat dapat menjangkau kelompok yang sering terabaikan dalam pembangunan, atau yang disebut sebagai 'the invisible people'.
Pentingnya Pemutakhiran Data Terintegrasi
Mensos mengajak seluruh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek untuk terus melakukan pemutakhiran data. Hal ini bertujuan agar semua program prioritas Presiden Prabowo, terutama dalam pengentasan kemiskinan, dapat tepat sasaran dan diberikan kepada yang berhak menerimanya.
"Maka itu Presiden menerbitkan Inpres No. 4 Tahun 2025 tentang DTSEN. Jadi tidak ada lagi lembaga selain BPS yang mengelola data. Kami (Kemensos) tugasnya adalah membantu pemutakhiran. Nah, saya bersama Pak Bupati ingin melakukan satu langkah yang sistematis, terkoordinasi dalam rangka pemutakhiran," jelas Gus Ipul.
Trenggalek sebagai Pelopor Sekolah Rakyat
Selain itu, Gus Ipul menyebutkan bahwa Trenggalek merupakan salah satu kabupaten yang aktif mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat. Ini termasuk sekolah rintisan seperti SRT 50 Trenggalek dan pembangunan Sekolah Rakyat permanen yang saat ini sedang dalam proses. "Sekarang sudah menjadi salah satu dari 104 titik yang dibangun tahap pertama. Ini tahap pertama sudah dalam proses semua ini, termasuk salah satunya adalah Kabupaten Trenggalek," imbuhnya.
Inisiatif Lokal: Program GERTAK
Di tempat yang sama, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menjelaskan bahwa sejak tahun 2016, Trenggalek telah memiliki program Posko GERTAK (Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan). Program ini berfokus pada pemutakhiran data kemiskinan yang terus-menerus.
"Sekarang PR-nya bagaimana data itu nanti bisa terintegrasi dengan pusat dalam hal ini melalui BPS. Kita sudah berbicara dengan BPS. Nanti kalau perlu salah satu petugas BPS yang memang mengurusi masalah itu nanti kita tempatkan di Posko GERTAK. Jadi memang biar sistemnya langsung inline," kata Arifin.
Dalam sambutannya, Arifin juga menyampaikan bahwa program-program Kemensos, termasuk Sekolah Rakyat, telah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Trenggalek. Acara ini dihadiri oleh 696 orang, terdiri dari kepala desa, operator data desa, pilar-pilar sosial, serta orang tua, siswa, guru, dan tenaga kependidikan di SRT 50 Trenggalek.



