Pemerintah akan memprioritaskan usulan pembangunan sekolah-sekolah baru di daerah Indonesia timur dan daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T). Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat meresmikan Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) di Manokwari, Papua Barat.
Komitmen Mengatasi Kesenjangan Pendidikan
Mu'ti menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengatasi kesenjangan pendidikan secara bertahap dengan memberikan prioritas pada daerah-daerah 3T. "Kami berkomitmen untuk bagaimana kesenjangan pendidikan itu dapat kami atasi secara bertahap dengan prioritas pada daerah-daerah 3T. Sehingga karena itu, kalau ada usulan-usulan unit sekolah baru di Indonesia Timur atau daerah 3T yang lainnya, kami akan berikan prioritas untuk tahun 2026 ini," kata Mu'ti dalam keterangan tertulis pada Sabtu (30/5/2026).
Afirmasi untuk Wajib Belajar 13 Tahun
Mu'ti mengungkapkan bahwa afirmasi ini juga diberikan untuk memuluskan program Wajib Belajar 13 Tahun yang akan dimulai sejak jenjang taman kanak-kanak. Dengan prioritas pembangunan sekolah di daerah tertinggal, diharapkan akses pendidikan dapat merata dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di seluruh Indonesia.
Pemerintah terus berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan di wilayah timur dan 3T sebagai bagian dari strategi nasional untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah. Langkah ini diharapkan dapat mendukung peningkatan partisipasi sekolah dan kualitas pembelajaran.



