Jakarta - Jaringan dan pos diplomatik menjadi salah satu indikator pengaruh suatu negara di dunia. Saat ini, China telah menyalip Amerika Serikat (AS) dan Rusia sebagai negara dengan jumlah pos diplomatik terbanyak.
Data ini berdasarkan data interaktif dari lembaga think tank Lowy Institute. Data meliputi kawasan Asia, G20, hingga OECD. Berdasarkan data terkini yang dilihat detikcom, Selasa (26/5/2026), China menduduki posisi pertama dengan 274 pos diplomatik. Kemudian, posisi ini disusul oleh AS dengan 271 sebaran pos diplomatik.
Sebaran Pos Diplomatik China dan AS
Pos diplomatik kedua negara tersebar di sejumlah wilayah. Berikut ini sebarannya:
Wilayah yang Dikuasai China
- Afrika: China mendominasi dengan 60 pos, sementara AS memiliki 56 pos.
- Asia Timur: Dominasi mutlak China dengan 44 pos, berbanding jauh dari AS yang hanya memiliki 27 pos.
- Negara-negara Kepulauan Pasifik: China unggul tipis dengan 9 pos, sementara AS 8 pos.
- Asia Tengah: China memiliki 7 pos, mengungguli AS yang memiliki 6 pos (terutama setelah AS menarik diri dari Afghanistan).
Wilayah yang Dikuasai Amerika Serikat
- Eropa: AS menguasai 78 pos, mengungguli China yang memiliki 73 pos.
- Amerika Utara dan Tengah: AS unggul telak dengan 40 pos, sementara China hanya 24 pos.
- Asia Selatan: AS memimpin dengan 12 pos, sedangkan China 10 pos.
Data ini menunjukkan persaingan ketat antara China dan AS dalam memperluas pengaruh diplomatik global. China unggul di Afrika, Asia Timur, dan Pasifik, sementara AS mendominasi di Eropa dan Amerika. Rusia sendiri berada di posisi ketiga dengan jumlah pos diplomatik yang lebih sedikit.



