Di tengah penantian Amerika Serikat terhadap respons Iran atas draft perjanjian yang dipertukarkan kedua negara, otoritas dan media Iran mulai menekankan pentingnya kendali atas Selat Hormuz. Mandeknya negosiasi membuat Teheran memberi sinyal bahwa penguasaan Selat Hormuz kini dianggap semakin vital dalam strategi nasional mereka, bahkan disebut setara dengan program nuklir yang selama ini menjadi sumber konflik dan sanksi internasional.
Pernyataan Penasihat Senior Iran
Penasihat senior mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei sekaligus mantan wakil presiden pertama era Ebrahim Raisi, Mohammad Mokhber, mengatakan Iran selama bertahun-tahun telah mengabaikan "berkah" strategis dari selat tersebut. "Pada kenyataannya, kemampuannya setara dengan bom atom. Ketika Anda memiliki kemampuan yang dapat memengaruhi seluruh ekonomi global hanya dengan satu keputusan, itu adalah kemampuan yang sangat besar," ujar Mokhber pada Jumat (8/5/2026).
Implikasi Strategis Selat Hormuz
Selat Hormuz merupakan jalur air strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Sekitar seperlima dari total konsumsi minyak global melewati selat ini, menjadikannya titik vital bagi pasokan energi dunia. Iran telah lama mengancam akan menutup selat tersebut sebagai respons terhadap tekanan internasional, terutama terkait program nuklirnya. Pernyataan terbaru ini menunjukkan bahwa Iran mungkin akan menggunakan kendali atas Selat Hormuz sebagai alat tawar-menawar yang lebih agresif dalam negosiasi dengan AS dan sekutunya.
Reaksi Internasional
Pernyataan Mokhber menuai reaksi dari berbagai pihak. Analis internasional memperingatkan bahwa eskalasi retorika Iran dapat meningkatkan ketegangan di kawasan. Amerika Serikat, melalui juru bicara Departemen Luar Negeri, menyatakan bahwa mereka terus memantau situasi dengan saksama dan menekankan pentingnya kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Sementara itu, negara-negara Teluk yang bergantung pada jalur tersebut untuk ekspor minyak mereka juga menyatakan kekhawatiran.
Dengan mandeknya negosiasi, tampaknya Iran semakin percaya diri untuk memainkan kartu Selat Hormuz sebagai bagian dari strategi nasional mereka. Langkah selanjutnya dari kedua belah pihak akan sangat menentukan arah konflik dan stabilitas energi global.



