Tiga Kapal Iran Berhasil Lintasi Blokade AS di Selat Hormuz
Kapal Iran Lintasi Blokade AS di Selat Hormuz

Tiga Kapal dari Iran Sukses Lewati Blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz

Setidaknya tiga kapal yang berlayar dari pelabuhan Iran berhasil melintasi Selat Hormuz, meskipun terdapat blokade militer yang diterapkan oleh Amerika Serikat. Namun, dalam perkembangan terbaru, beberapa kapal lainnya yang mengambil rute serupa justru berbalik arah, berdasarkan data pelacakan maritim pada hari Selasa (14/4) waktu setempat. Kapal-kapal ini termasuk dalam kelompok setidaknya tujuh kapal yang terkait dengan Iran yang melewati selat tersebut setelah blokade dari Washington mulai berlaku pada pukul 14.00 GMT pada hari Senin.

Detail Pelayaran Kapal yang Melintas

Menurut informasi yang dilansir dari kantor berita AFP pada Rabu (15/4/2026), penyedia data maritim Kpler melaporkan bahwa kapal pengangkut curah berbendera Liberia, Christianna, berhasil melintasi Selat Hormuz. Kapal ini sebelumnya telah membongkar 74.000 ton jagung di pelabuhan Bandar Imam Khomeini di Teluk Iran, dan melewati Pulau Larak, Iran sekitar pukul 16.00 GMT pada hari Senin. Selain itu, kapal tanker berbendera Komoro, Elpis, juga tercatat berada di dekat Pulau Larak sekitar pukul 11.00 GMT dan meninggalkan Selat Hormuz sekitar pukul 16.00 GMT. Kapal Elpis memuat 31.000 ton metanol setelah berangkat dari pelabuhan Bushehr di Teluk Persia pada 31 Maret.

Kpler juga menyebutkan bahwa kapal lain yang turut melintas adalah Argo Maris, yang juga berlayar dari Iran. Para analis maritim telah memperingatkan dalam beberapa minggu terakhir bahwa konflik di sekitar selat tersebut telah menyebabkan gangguan dan manipulasi sinyal kapal di wilayah itu, sehingga membuat pelacakan yang tepat dan komprehensif menjadi sangat sulit.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Latar Belakang Blokade dan Konflik

Sebelumnya, pasukan Iran telah menutup Selat Hormuz setelah perang pecah menyusul serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Kemudian, pemerintah AS pada hari Minggu lalu mengumumkan blokade mereka sendiri setelah pembicaraan damai dengan Iran mengalami kegagalan. Militer AS menyatakan pada hari Selasa bahwa blokade mereka telah berlaku, dan mereka telah menghentikan enam kapal untuk berlayar keluar dari pelabuhan Iran di luar Teluk selama 24 jam pertama.

Kapal yang Berbalik Arah dan Situasi Tidak Pasti

Kapal tanker China, Rich Starry, juga tercatat melintasi selat tersebut semalaman dari Senin hingga Selasa melalui rute pemeriksaan yang disetujui Iran di selatan Pulau Larak. Kpler mengungkapkan bahwa kapal tersebut membawa 31.500 ton metanol dan menuju Sohar di Oman, berdasarkan data dari transpondernya. Namun, kapal ini kemudian berbalik arah saat berada di Teluk Oman sekitar pukul 11.00 GMT pada hari Selasa dan kembali menuju Selat Hormuz, dengan tujuan yang tidak diketahui.

Kapal Christianna juga mengalami hal serupa, berbalik arah di lepas pantai Oman, tempat tujuannya semula, sekitar pukul 15.00 GMT. Tujuan barunya pun masih belum jelas. Kapal-kapal lain yang melintas termasuk kapal pengangkut curah Manali, yang pernah berdagang dengan Iran di masa lalu. Dua kapal lainnya adalah kapal berbendera Iran: kapal kontainer Kashan yang berada di bawah sanksi AS dan Moshtari, kapal kargo yang kemudian menuju pelabuhan Iran di selat tersebut.

Situasi ini menunjukkan ketegangan yang terus berlanjut di wilayah strategis tersebut, dengan pelacakan maritim yang terhambat dan pergerakan kapal yang tidak menentu. Blokade AS dan respons Iran menciptakan dinamika kompleks yang memengaruhi lalu lintas laut global.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga