Seskab Teddy Soroti Pentingnya Kedekatan Personal dalam Diplomasi Dagang
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menekankan bahwa kedekatan personal dengan kepala negara merupakan faktor kunci untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan antarnegara. Hal ini diungkapkan dalam konteks negosiasi yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang berhasil menurunkan tarif dagang resiprokal.
Diplomasi Langsung Prabowo dan Trump Berbuah Hasil
Teddy menyatakan bahwa Presiden Prabowo menjalankan perannya sebagai kepala negara melalui diplomasi langsung dan membangun hubungan personal dengan setiap pemimpin dunia. "Dalam perundingan antar negara, kedekatan personal diperlukan untuk memperoleh kesepakatan bersama yang saling menguntungkan kedua belah pihak," ujar Teddy, dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa perjanjian dagang Indonesia-AS ditandatangani langsung oleh Prabowo dan Trump, meskipun terdapat lebih dari 15 kepala negara yang hadir dalam KTT Board of Peace. "Apalagi di hari tersebut turut hadir lebih dari 15 kepala negara, namun hanya Indonesia yang melakukan kesepakatan langsung," tambahnya.
Detail Perjanjian Dagang Indonesia-AS
Perjanjian tersebut, yang dikenal sebagai Agreement on Reciprocal Trade (ART), mencakup 1.819 pos tarif untuk produk Indonesia, baik dari sektor pertanian maupun industri. Sebelumnya, pada April 2025, Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal sebesar 32 persen untuk Indonesia, namun melalui negosiasi intensif, tarif ini berhasil diturunkan menjadi 19 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers daring pada Jumat, 20 Februari 2026, mengonfirmasi bahwa 90 persen dari dokumentasi yang dikirim oleh Indonesia dipenuhi oleh Amerika Serikat, yang tertuang dalam ART. Beberapa komoditas bahkan mendapatkan pembebasan tarif, memberikan keuntungan signifikan bagi rakyat Indonesia.
Pembicaraan Tertutup untuk Kepentingan Nasional
Teddy juga menyampaikan bahwa Prabowo dan Trump melakukan pembicaraan tertutup selama proses negosiasi. "Tentu di dalam perjanjian ada pembicaraan tertutup antara kedua belah pihak yang tujuannya untuk sebesar-besarnya memberikan keuntungan kepada seluruh rakyat Indonesia," jelasnya. Dia memastikan bahwa diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo bertujuan untuk memaksimalkan manfaat bagi masyarakat Indonesia.
Penandatanganan ART dilakukan setelah agenda perdana pertemuan Dewan Perdamaian untuk Gaza atau Board of Peace (BoP) di Washington DC. Kesepakatan ini tidak hanya menurunkan tarif, tetapi juga memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat, sebagaimana ditegaskan oleh Menko Airlangga.



