Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama delegasi MPR RI melakukan kunjungan ke Senat Oliv Majelis Republik Uzbekistan dan diterima langsung oleh Ketua Senat Oliv Majelis Republik Uzbekistan T. Narbayeva. Dalam pertemuan tersebut, Muzani menyampaikan bahwa Uzbekistan merupakan negara sahabat bagi Indonesia. Meskipun dipisahkan oleh jarak geografis yang cukup jauh, hal itu tidak menghalangi keinginan masyarakat Indonesia untuk berkunjung ke Uzbekistan.
Sejarah Kerja Sama Bilateral
"Secara historis, Uzbekistan dan Indonesia telah menjalin kerja sama dan persahabatan sejak puluhan tahun lalu. Diawali oleh Bung Karno yang ingin berziarah ke makam Imam Bukhari. Dari situ, persahabatan dan kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Uzbekistan terus terjalin dengan baik," kata Muzani dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2026).
Ia kemudian menjelaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia dapat dipersatukan melalui bahasa Indonesia. Menurutnya, bahasa Indonesia menjadi instrumen penting dalam menyatukan masyarakat yang memiliki perbedaan agama, ras, bahasa, dan suku.
"Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat besar. Perbedaan bahasa, suku, ras, dan agama semua disatukan oleh satu bahasa yang namanya bahasa Indonesia. Jadi bahasa itu menjadi instrumen yang sangat penting dalam upaya menyatukan semua perbedaan yang ada di Indonesia," ujarnya.
Penerbangan Langsung dan Wisata Religi
Selain membahas hubungan bilateral, Muzani juga berharap ke depan tersedia penerbangan langsung antara Indonesia dan Uzbekistan. Menurutnya, potensi wisata religi di Uzbekistan akan diminati masyarakat Indonesia, terutama bagi jemaah yang ingin berziarah ke makam Imam Bukhari sebelum melanjutkan ibadah umrah.
"Kita harap nanti akan ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Uzbekistan dan sebaliknya dari Uzbekistan ke Indonesia. Karena potensi wisata religi di Uzbekistan akan sangat diminati bagi jemaah Indonesia yang ingin ziarah ke makam Imam Bukhari dan dilanjutkan ibadah umrah. Jadi sebelum umrah ke Mekkah Madinah, jemaah Indonesia bisa transit Uzbekistan," jelasnya.
Industri Halal sebagai Sektor Ekonomi Global
Muzani juga mendorong kerja sama bilateral Indonesia dan Uzbekistan dalam pengembangan industri halal. Menurutnya, industri halal tidak lagi sekadar menjadi kewajiban bagi umat, tetapi telah berkembang menjadi salah satu sektor ekonomi global yang menjanjikan.
"Populasi umat Muslim dunia terus tumbuh pesat dan diperkirakan mencapai hampir 30% dari total populasi dunia pada tahun 2030. Ini adalah basis konsumen raksasa yang membutuhkan kepastian produk yang sesuai dengan prinsip syariah," tuturnya.
"Bagi negara dengan mayoritas muslim seperti Indonesia dan Uzbekistan, memperkuat industri halal dalam negeri dapat mengurangi ketergantungan pada produk impor, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi," imbuhnya.
Delegasi Indonesia dalam kunjungan tersebut terdiri dari Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid serta anggota MPR RI Himmatul Aliyah, Puti Sari, Melati Erzaldi, Longki Djanggola, Hoerudin Amin, dan Johan Rosihan.



