Penasihat Khamenei: Trump Khianati Diplomasi untuk Ketiga Kalinya
Penasihat Khamenei: Trump Khianati Diplomasi Ketiga Kalinya

Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menuduh Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengkhianati diplomasi untuk ketiga kalinya. Tuduhan ini muncul setelah Trump melanjutkan blokade angkatan laut terhadap Iran dan mengajukan tuntutan yang dianggap berlebihan dalam negosiasi.

Pernyataan Mohsen Rezaei

Dalam unggahan di akun X pada Sabtu (30/5/2026), Mohsen Rezaei, mantan kepala komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menyatakan, "Seperti yang diprediksi, Presiden AS mengkhianati diplomasi untuk ketiga kalinya." Ia menambahkan, "Dengan melanjutkan blokade maritim dan mengajukan tuntutan berlebihan dalam negosiasi, ia telah membuktikan lebih dari sebelumnya bahwa ia bukanlah seorang negosiator dan sedang mengejar tujuan lain."

Pernyataan ini dilaporkan oleh media Iran, Press TV. Sebelumnya, Rezaei juga mengatakan kepada jaringan media China, CGTN, bahwa Iran "akan mematahkan blokade tersebut melalui negosiasi atau, jika tidak, melalui tindakan langsung." Ia menekankan bahwa Amerika tidak punya pilihan selain bernegosiasi, dan melanjutkan perang akan membawa mereka ke "terowongan yang sangat gelap."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sikap Iran dan Ancaman Tersirat

Rezaei juga menyampaikan peringatan tersirat, "Amerika datang ke arah kami dalam kegelapan, sementara kami memantau setiap gerakan mereka." Ini menunjukkan kesiapan Iran untuk menghadapi tindakan militer jika diperlukan.

Keputusan Akhir Trump

Sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa ia sedang membuat keputusan akhir mengenai perang dengan Iran. Dalam unggahan panjang di media sosial, Trump mengatakan, "Saya akan bertemu sekarang, di Ruang Situasi, untuk membuat keputusan akhir." Ia menegaskan bahwa Iran harus setuju untuk tidak memiliki senjata nuklir dan membuka jalur pelayaran Selat Hormuz.

Trump juga menyatakan bahwa persediaan uranium yang diperkaya di Iran "akan digali oleh Amerika Serikat... dalam koordinasi dan kerja sama erat dengan Republik Islam Iran, ditambah Badan Energi Atom Internasional, dan DIHANCURKAN."

Reaksi dan Implikasi

Pernyataan Trump dan Rezaei menunjukkan meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Blokade maritim dan tuntutan nuklir menjadi isu sentral. Iran menolak tuntutan yang dianggap berlebihan, sementara AS bersikeras pada denuklirisasi. Situasi ini berpotensi memicu konflik terbuka jika negosiasi gagal.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga