Prabowo ke AS: Indonesia Perluas Manuver Strategis Global Tanpa Memihak
Prabowo ke AS: Indonesia Perluas Manuver Strategis Global

Prabowo ke AS: Indonesia Perluas Manuver Strategis Global Tanpa Memihak

Pengamat hubungan internasional Subhan Yusuf menilai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat membawa nilai strategis yang signifikan bagi Indonesia, baik dari aspek ekonomi maupun penguatan dukungan terhadap Palestina. Penilaian ini disampaikan merespons agenda kunjungan yang mencakup penandatanganan kontrak dagang Indonesia–AS serta kehadiran pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana Board of Peace.

Manfaat Ekonomi dari Kesepakatan Dagang

Menurut Subhan, kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat tetap menguntungkan Indonesia meskipun produk ekspor nasional dikenakan tarif sebesar 19 persen. Ia menekankan bahwa angka ini lebih baik dibandingkan tarif sebelumnya yang mencapai 32 persen. "Hal ini akan membuka akses pasar lebih luas bagi ekspor Indonesia, dan mendorong investasi di sektor hilirisasi, energi bersih, dan industri strategis," ujar Subhan pada Kamis (19/2).

Ia menjelaskan bahwa Indonesia memanfaatkan hubungan ekonomi dengan AS untuk memperluas ruang manuver strategis, bukan untuk memihak salah satu kekuatan ekonomi global. Langkah ini sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif yang dianut Indonesia. "Indonesia sedang memperluas opsi, bukan mempersempit pilihan. Hubungan kuat dengan AS tidak berarti menjauh dari Tiongkok. Terlebih keterlibatan kita di ASEAN dan G20 akan memperkuat status Indonesia sebagai kekuatan menengah yang berpengaruh," tambahnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Diplomasi Perdamaian dan Dukungan Palestina

Selain aspek ekonomi, Subhan menilai kehadiran Presiden Prabowo pada KTT Board of Peace sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia untuk turut menjaga ketertiban dunia. Kehadiran tersebut juga dinilai memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang aktif dalam diplomasi perdamaian. "Dalam konteks rekonstruksi Gaza, Indonesia tidak menempatkan diri sebagai pengamat pasif. Presiden Prabowo Subianto memilih strategi diplomasi inklusif, yakni tampil dengan sikap ketimuran yang khas, bersahabat ke segala arah tanpa kehilangan kendali pada posisi normatifnya," jelasnya.

Subhan menambahkan bahwa partisipasi Presiden RI dalam forum perdamaian tersebut mempertegas konsistensi Indonesia sebagai pendukung kemerdekaan Palestina. Sikap ini merupakan bagian dari rekam jejak politik luar negeri Indonesia yang anti-kolonialisme sejak era Presiden Soekarno. "Kehadiran Indonesia bukan sekadar simbolik, tetapi bagian dari konsistensi sejarah dan posisi moral Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina," pungkasnya.

Kiprah Diplomasi Prabowo di Panggung Internasional

Dalam satu tahun terakhir, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kiprah diplomasi yang menonjol di panggung internasional. Dari pidato berpengaruh di Sidang Umum PBB hingga perannya di Konferensi Perdamaian Gaza di Mesir, Prabowo membawa suara Indonesia sebagai kekuatan yang peduli pada kemanusiaan dan perdamaian dunia. Dengan sikap tegas mendukung kemerdekaan Palestina dan kesiapan nyata membantu rekonstruksi Gaza, Prabowo memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang berani, berdaulat, dan dihormati di dunia internasional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga