Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev memimpin delegasi pemerintah Rusia yang menghadiri pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyed Ali Khamenei. Petinggi Rusia itu menyatakan bahwa Iran akan keluar sebagai pemenang dalam perjuangan melawan Amerika Serikat.
Medvedev mengatakan dalam sebuah video yang dipublikasikan di saluran Telegram-nya setelah memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei pada Jumat (3/7/2026) waktu setempat, bahwa bangsa Iran akan menang atas AS. Mantan presiden Rusia itu juga menyampaikan duka cita atas wafatnya Khamenei.
Dukungan Rusia untuk Iran
Medvedev, yang merupakan sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, mengungkapkan kesedihan atas wafatnya Ayatollah Khamenei yang telah menyatukan rakyat Iran. Dia menambahkan bahwa bangsa Iran tidak akan menyerah pada tekanan dari AS dan negara-negara lain. “Atas nama kepemimpinan dan rakyat Federasi Rusia, saya menyampaikan belasungkawa terdalam atas gugurnya Ayatollah Khamenei,” kata Medvedev. Ia menambahkan bahwa mereka berduka bersama rakyat Iran atas “kehilangan yang sangat besar ini.”
Pertemuan dengan Presiden Iran
Pernyataan Medvedev disampaikan seiring para delegasi asing dari berbagai negara menghadiri upacara pemakaman Ayatollah Khamenei, yang gugur akibat serangan Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu. Delegasi Rusia juga mengadakan pertemuan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela upacara tersebut. Pezeshkian mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan rakyat Rusia atas dukungan dan ungkapan simpati mereka setelah gugurnya Khamenei. Ia menyerukan percepatan implementasi perjanjian strategis antara Teheran dan Moskow, khususnya di sektor ekonomi, perdagangan, energi, dan transit. “Ada potensi besar untuk memperluas kerja sama ekonomi, perdagangan, energi, dan transit antara kedua negara, yang harus diimplementasikan dengan tekad yang lebih besar dalam kerangka perjanjian yang ada,” kata Pezeshkian.
Kepada Pezeshkian, Medvedev menyampaikan belasungkawa dari Putin dan pemerintah Rusia atas gugurnya Khamenei, para komandan militer, pejabat, ilmuwan, dan warga sipil, khususnya anak-anak yang tewas dalam serangan AS-Israel baru-baru ini.



