Trump Balas Tuduhan Iran: Justru Mereka yang Putus Asa
Trump Balas Tuduhan Iran: Justru Mereka yang Putus Asa

Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membalas pernyataan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, yang menyebutnya putus asa dalam mencapai kesepakatan damai. Trump dengan tegas membalikkan tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa justru Iran yang berada dalam posisi putus asa.

Bantahan Trump Melalui Truth Social

Dalam unggahannya di platform Truth Social pada Jumat (19/6/2026), Trump menyatakan, "Kami tidak bertemu karena putus asa, Iran-lah yang begitu." Pernyataan ini disampaikan sebagai respons langsung terhadap komentar Khamenei yang mengeklaim bahwa Trump menggunakan berbagai titik tawar untuk mengamankan kesepakatan karena kondisi yang mendesak.

Trump juga mengungkapkan rasa frustrasinya, baik terhadap Iran maupun terhadap para kritikus di dalam negeri yang menilai bahwa kesepakatan yang tengah dirundingkan justru menguntungkan Teheran tanpa membatasi program nuklirnya secara memadai. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat akan memanfaatkan masa 60 hari yang dialokasikan untuk merumuskan kesepakatan jangka panjang dengan Iran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peringatan Keras Trump kepada Iran

"Mereka tidak akan mendapatkan uang, tidak sepeser pun!" tegas Trump dalam unggahannya. Pernyataan ini muncul di tengah kritik dari kalangan Republik dan Demokrat yang sama-sama mengecam kesepakatan karena menawarkan pelonggaran sanksi dan dana rekonstruksi sebesar USD 300 untuk Iran. Namun, Trump bersikukuh bahwa kekuatan Iran saat ini telah melemah secara signifikan.

"Perang telah melemahkan Iran! Negara ini tidak lagi memiliki Angkatan Udara, Angkatan Laut, Peralatan Anti-Pesawat, Radar, atau apa pun secara praktis, namun para Demokrat mengatakan bahwa keadaan Iran saat ini lebih baik dibandingkan empat bulan yang lalu. Bisakah Anda bayangkan lolos begitu saja??? Betapa bodohnya beberapa orang???," tulis Trump dengan nada sinis.

Pernyataan Mojtaba Khamenei

Sebelumnya, pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyebut Presiden AS Donald Trump menggunakan berbagai titik tawar untuk mengamankan kesepakatan damai karena putus asa. Meskipun demikian, Mojtaba mengakui bahwa dirinya menyetujui kesepakatan dengan AS untuk mengakhiri perang, meskipun memiliki pandangan yang berbeda.

Dalam pernyataan yang dibacakan di televisi pemerintah Iran, seperti dilansir Press TV dan AFP pada Jumat (19/6/2026), Mojtaba mengumumkan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan AS telah ditandatangani oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Trump. Ia memuji para pejabat Iran yang telah membantu tercapainya kesepakatan tersebut.

Namun, Mojtaba kemudian melontarkan kritik dengan menyebut Trump putus asa untuk mencapai kesepakatan dengan Iran. "Dalam proses mencapai tahap ini, para pejabat, tentu dengan belas kasih dan niat baik, telah melakukan banyak upaya. Dan tentu saja, Presiden AS-lah yang, karena putus asa, menggunakan berbagai titik tawar untuk tujuan ini," kata Mojtaba dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (18/6).

Konteks Kesepakatan Damai

Kesepakatan damai antara Iran dan AS ini muncul setelah periode ketegangan yang panjang, termasuk konflik militer yang telah melemahkan Iran. Trump menekankan bahwa Iran tidak lagi memiliki kemampuan militer yang berarti, sementara para kritikus di AS khawatir bahwa kesepakatan tersebut terlalu lunak terhadap Teheran. Perdebatan sengit terus berlanjut di dalam negeri AS mengenai implikasi dari kesepakatan ini terhadap keamanan regional dan global.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga