Trump Klaim Perang AS-Israel Capai Perubahan Rezim di Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa perang yang dilakukan bersama Israel telah berhasil mencapai perubahan rezim di Iran. Dalam pernyataannya yang disampaikan kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Trump meyakinkan bahwa ia akan "membuat kesepakatan" dengan pemerintah Iran yang baru.
Pernyataan Kontroversial di Udara
"Saya pikir kita akan membuat kesepakatan dengan mereka, cukup yakin... tetapi kita telah mencapai perubahan rezim," ujar Trump. Pernyataan ini menyinggung jumlah pemimpin Iran yang tewas dalam konflik selama sebulan terakhir. Trump menegaskan bahwa pihak AS kini berurusan dengan kelompok orang yang sama sekali berbeda dibandingkan sebelumnya.
"Kita berurusan dengan orang-orang yang berbeda dari siapa pun yang pernah berurusan sebelumnya. Ini adalah kelompok orang yang sama sekali berbeda. Jadi saya akan menganggap itu sebagai perubahan rezim," tambahnya, seperti dilansir kantor berita AFP pada Senin (30/3/2026).
Pergantian Pemimpin Tertinggi Iran
Mojtaba Khamenei, putra dari pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang gugur dalam serangan udara pada 28 Februari lalu, telah ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi yang baru. Penunjukan ini menjadikannya pemimpin tertinggi ketiga Iran sejak revolusi Islam tahun 1979, menandai pergeseran signifikan dalam struktur kekuasaan negara tersebut.
Dampak Penutupan Selat Hormuz
Sejak konflik dimulai dengan serangan AS-Israel terhadap Iran, Teheran secara efektif telah menutup Selat Hormuz. Jalur air strategis ini dilalui oleh sekitar 20 persen minyak dan gas dunia, sehingga penutupannya menyebabkan harga minyak global melonjak drastis.
Namun, Trump menyatakan bahwa bantuan akan segera datang dalam bentuk konsesi dari Iran. Konsesi ini dimulai dengan diizinkannya beberapa kapal tanker melewati Selat Hormuz.
Janji Pengiriman Minyak sebagai Tanda Penghormatan
"Saya pikir mereka memberi kita, sebagai tanda penghormatan, 20 kapal minyak, kapal-kapal besar berisi minyak yang akan melewati Selat Hormuz," kata Trump. Dia menambahkan bahwa pengiriman tersebut akan "dilakukan mulai besok pagi, selama beberapa hari ke depan."
Pernyataan Trump ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat, dengan implikasi signifikan terhadap stabilitas regional dan pasar energi global. Klaim perubahan rezim dan janji kesepakatan baru menandai babak baru dalam hubungan AS-Iran yang telah lama memanas.



