Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin saling memuji kemajuan dalam hubungan strategis kedua negara saat bertemu di Beijing, ibu kota China. Kedua pemimpin menekankan pentingnya kerja sama jangka panjang dan tata kelola global yang lebih adil.
Pertemuan di Beijing
Xi Jinping menyatakan bahwa hubungan China-Rusia telah mencapai tingkat yang tinggi karena kemampuan kedua negara untuk memperdalam saling percaya politik dan kerja sama strategis. Pernyataan ini disampaikan dalam transkrip dari kantor berita China, Xinhua, seperti dilansir AFP pada Rabu, 20 Mei 2026.
Putin menambahkan bahwa hubungan bilateral membantu memastikan stabilitas global. Ia menekankan bahwa Rusia tetap menjadi pemasok energi yang andal di tengah gejolak Timur Tengah. "Bahkan di tengah faktor eksternal yang tidak menguntungkan, kerja sama dan hubungan ekonomi kita terus menunjukkan dinamika yang baik," ujar Putin. Ia juga mengundang Xi untuk mengunjungi Rusia tahun depan.
Peningkatan Perdagangan Bilateral
Kedatangan Putin terjadi saat perdagangan bilateral membaik setelah penurunan tahun lalu. Dalam empat bulan pertama tahun ini, perdagangan dua arah meningkat 16,1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Namun, pada tahun 2025, perdagangan antara China dan Rusia bernilai 1,63 triliun yuan (sekitar $240 miliar), turun 6,5 persen dari rekor tahun 2024 dan menandai penurunan pertama dalam lima tahun.
Putin mengakui perlunya membalikkan tren penurunan tersebut. Hal ini menunjukkan pentingnya China sebagai jalur ekonomi vital bagi Moskow yang terkena sanksi akibat perang di Ukraina. Kunjungan Putin didampingi delegasi yang terdiri dari wakil perdana menteri, sejumlah menteri, serta kepala perusahaan negara dan bank-bank besar.
Harapan Besar dari Kremlin
Kremlin telah menetapkan "harapan serius" untuk kunjungan Putin tersebut. Sekitar 40 dokumen diperkirakan akan ditandatangani, dan pernyataan bersama setebal 47 halaman tentang penguatan kemitraan akan dikeluarkan. Putin menyebut Xi sebagai "sahabat", sementara Xi menyebut Putin sebagai "teman lama".



