Ryamizard Ryacudu Meninggal: Kisah Cinta Taklukkan Hati Putri Panglima TNI
Ryamizard Ryacudu Meninggal: Kisah Cinta dengan Putri Try Sutrisno

Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada Minggu, 31 Mei 2026, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada usia 76 tahun. Kabar duka tersebut dibenarkan oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. Almarhum dikenal sebagai Menteri Pertahanan yang berasal dari keluarga militer dan memiliki kisah cinta yang unik dengan putri seorang panglima TNI.

Perjalanan Hidup dan Cinta Ryamizard Ryacudu

Ryamizard Ryacudu lahir pada 1950 dari pasangan Mayjen TNI (Purn) Musannif Ryacudu, seorang perwira TNI AD yang memiliki kedekatan khusus dengan Presiden Soekarno. Darah militer yang mengalir membuat Ryamizard memilih karier di dunia militer dan sukses menanjak hingga menjadi jenderal bintang empat. Namun, siapa sangka, kecerdasan dan prestasinya membuat putri mantan Panglima TNI, Try Sutrisno, jatuh hati padanya.

Pertemuan Pertama di Dili

Ryamizard pertama kali bertemu dengan Nora Tristyana, yang akrab disapa Nonong, pada tahun 1986 di Dili, Timor Timur. Saat itu, Ryamizard sedang menjalankan tugas operasi militer sebagai Wakil Komandan Batalyon, sementara Nonong bertugas sebagai PTT Kedokteran di daerah konflik. Ryamizard terpesona oleh Nonong, tetapi sebagai prajurit disiplin, ia memendam perasaannya dan tetap fokus pada tugas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pernyataan Cinta yang Berani

Pada tahun 1987, saat tugas Nonong berakhir dan ia harus kembali ke Jakarta, Ryamizard memberanikan diri menyatakan cintanya. Dengan tegas, ia berkata, "Saya suka sama kamu. Kamu mau terima saya atau tidak?" Nonong yang ternyata juga menyimpan perasaan yang sama langsung mengangguk setuju. Sejak saat itu, mereka menjalin hubungan jarak jauh karena tugas militer yang memisahkan.

Restu dari Sang Panglima

Setelah hubungan mereka berjalan, Ryamizard memberanikan diri mengunjungi rumah Nonong. Ia terkejut mengetahui bahwa Nonong adalah putri dari Jenderal Try Sutrisno, Panglima ABRI saat itu. Meskipun gugup, Ryamizard disambut hangat oleh Try Sutrisno, yang kemudian memberikan restu pernikahan mereka. Mereka akhirnya menikah pada November 1988 di Balai Kartini, Jakarta. Namun, Ryamizard tidak sempat berbulan madu karena harus segera melanjutkan pendidikan di Seskoad Bandung. Nonong tinggal bersama neneknya di Jakarta.

Kehidupan Keluarga

Ryamizard dan Nonong dikaruniai tiga putra: Ryano Patria Amanzita, Dwinanda Patria Noryanzha, dan Trynand Patria Nugraha. Nama "Patria" disematkan untuk menanamkan rasa cinta tanah air. Meskipun sibuk sebagai tentara, Ryamizard selalu menjaga kedekatan dengan keluarganya. Kisah cinta mereka menjadi bukti bahwa cinta dapat tumbuh di tengah medan tugas dan perbedaan latar belakang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga