Jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela mencapai 1.430 orang. Presiden Sementara Venezuela menyatakan sebanyak 24 negara telah mengirimkan bantuan dan 2.741 petugas penyelamat untuk membantu operasi pencarian.
Bantuan Internasional Mulai Mengalir
Melalui akun Telegram resminya, Presiden Sementara Venezuela, Jorge Rodríguez, mengatakan para petugas penyelamat internasional "telah terintegrasi dengan tim kami untuk bersama-sama menanggapi keadaan darurat." Sebelumnya, Rodríguez yang juga Presiden Majelis Nasional Venezuela dan saudara dari pelaksana tugas presiden, menyebut ada 21 tim dari negara lain dan 2.242 petugas penyelamat. Jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi 24 negara dan 2.741 petugas.
Gempa Kembar Dahsyat Guncang Venezuela
Dua gempa bumi dahsyat secara berurutan, berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5, mengguncang wilayah Venezuela di area dekat pesisir Karibia pada Rabu (24/6) waktu setempat. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut fenomena ini sebagai gempa bumi "doublet" atau gempa kembar. Gempa tersebut menyebabkan banyak bangunan runtuh, merusak bandara utama Venezuela, dan memicu kekhawatiran akan jatuhnya banyak korban jiwa.
Warga Frustrasi dengan Lambannya Bantuan
Sekitar dua hari usai gempa, warga Venezuela mulai dilanda frustrasi karena lambannya bantuan di beberapa area terdampak paling parah, termasuk negara bagian La Guaria. Di wilayah itu, warga dan relawan setempat terpaksa membongkar puing bangunan dengan tangan kosong karena minimnya alat berat dan tidak adanya kehadiran pejabat resmi. Hingga berita ini diturunkan, lebih dari 300 gempa susulan telah tercatat setelah gempa kembar dahsyat tersebut.



