Gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali berada dalam tekanan setelah pasukan AS menyerang sejumlah target di Iran selatan pada Senin (25/5/2026). Serangan itu menyasar situs peluncuran rudal dan kapal-kapal yang disebut berupaya memasang ranjau, menurut pernyataan Komando Pusat AS.
Kekhawatiran Baru terhadap Kesepakatan Damai
Langkah tersebut memunculkan kekhawatiran baru terhadap kelanjutan kesepakatan damai yang sedang diupayakan untuk mengakhiri perang berbulan-bulan di Timur Tengah. Situasi menjadi semakin sensitif karena para negosiator utama Iran tiba di Doha, Qatar, untuk mengikuti putaran terbaru pembicaraan damai.
Serangan AS dan Respons Iran
Komando Pusat AS mengonfirmasi bahwa serangan dilakukan untuk mencegah ancaman terhadap pelayaran di kawasan tersebut. Namun, Iran mengecam tindakan itu sebagai pelanggaran terhadap proses negosiasi yang sedang berlangsung. Belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran mengenai dampak serangan terhadap partisipasi mereka dalam pembicaraan di Doha.
Ketegangan ini menambah kompleksitas upaya mediasi yang juga melibatkan China dan Pakistan. Presiden China Xi Jinping baru-baru ini bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan untuk membahas mediasi perang Iran, menandakan keterlibatan lebih luas dalam konflik ini.



