AS Serang Radar Iran, Kuwait Hadapi Rudal dan Drone
AS Serang Radar Iran, Kuwait Hadapi Rudal dan Drone

Ketegangan di sekitar Selat Hormuz kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah situs militer Iran pada akhir pekan lalu. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut tindakan itu sebagai langkah defensif untuk merespons agresi Iran, termasuk penembakan jatuh drone AS di perairan internasional.

Serangan Balasan Iran

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah membalas dengan menargetkan sebuah pangkalan udara yang digunakan oleh pasukan AS untuk melancarkan serangan ke wilayah selatan Iran. Meski demikian, IRGC tidak merinci lokasi spesifik dari pangkalan tersebut. Militer Iran juga memperingatkan bahwa respons mereka akan "sepenuhnya berbeda" jika agresi AS kembali terjadi.

Kuwait di Tengah Serangan

Kuwait, yang menjadi tuan rumah bagi pangkalan militer AS, mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udaranya menghadapi serangan rudal dan drone yang bersifat permusuhan. Kantor berita KUNA melaporkan sirene peringatan serangan udara terdengar di seluruh negeri, namun belum ada rincian lebih lanjut mengenai lokasi pencegatan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Negosiasi Gencatan Senjata Mandek

Serangan terbaru ini terjadi setelah negosiasi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan gagal mencapai kemajuan. Media AS melaporkan bahwa Presiden Trump meminta perubahan terhadap syarat-syarat kesepakatan, terutama terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz dan penghapusan uranium yang telah diperkaya pada tingkat tinggi. Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi.

Sementara itu, kepala perunding Iran menegaskan bahwa Teheran tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun kecuali hak-hak Iran sepenuhnya dijamin. Trump sendiri mendesak para pengkritiknya untuk "duduk santai dan tenang" melalui unggahan di Truth Social, seraya menyatakan bahwa Iran "sangat ingin mencapai kesepakatan".

Dampak Global

Selat Hormuz yang masih terblokir telah menyebabkan kenaikan harga bahan bakar di seluruh dunia, karena sekitar seperlima dari pengiriman minyak global dan gas alam cair biasanya melintasi jalur pelayaran tersebut. Embargo perdagangan de facto yang terjadi saat ini semakin memperparah situasi ekonomi global.

Serangan AS kali ini merupakan yang kedua dalam tiga hari, menargetkan radar Iran serta fasilitas komando dan kendali drone di kota Goruk dan Pulau Qeshm. Militer AS mengklaim tidak ada personel yang terluka dalam serangan tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga