Bentrokan Ciledug: Dua Preman Ditangkap, Tiga Diburu Usai Bacok Pedagang
Bentrokan Ciledug: Dua Preman Ditangkap, Tiga Diburu

Polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku bentrokan berdarah yang terjadi di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten, pada Rabu (1/7) malam. Peristiwa ini dipicu oleh permintaan 'jatah preman' yang ditolak oleh para pedagang buah setempat. Dua tersangka yang ditangkap adalah MSS alias Bule dan Panji alias Qbenk, sementara tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Kronologi Penangkapan dan Barang Bukti

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Parikhesit, menjelaskan bahwa MSS alias Bule diduga terlibat dalam aksi pembacokan terhadap korban. Sementara Panji alias Qbenk berperan membantu membawa salah satu pelaku ke rumah sakit setelah kejadian. Dalam penggeledahan di rumah terduga pelaku, petugas menemukan sarung golok. Di lokasi lain, polisi juga mengamankan sandal yang terdapat bercak darah yang masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. Sebilah golok yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga turut diamankan sebagai barang bukti.

Tiga Pelaku Masih Diburu

Polisi terus mengembangkan penyidikan untuk menangkap tiga pelaku lain yang diduga terlibat, yaitu ZI alias Udin, Fajar, dan Angki. AKBP Parikhesit menyatakan, "Pemeriksaan terhadap korban maupun para pihak yang diamankan akan dilakukan setelah kondisi kesehatan mereka memungkinkan. Penyidikan masih terus kami kembangkan untuk mengungkap seluruh pelaku yang terlibat." Hingga saat ini, ketiga pelaku masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Motif Penyerangan: Jatah Preman Rp10 Ribu Per Hari

Peristiwa berawal ketika ZI alias Udin mendatangi lapak pedagang buah semangka dan melon untuk meminta uang sebesar Rp10 ribu per hari. Permintaan tersebut ditolak oleh para pedagang. Pelaku kemudian pergi, namun tidak lama kemudian kembali sambil membawa senjata tajam dan mengajak beberapa rekannya. Awalnya, pelaku datang bersama sekitar enam orang dan menantang para pedagang. Karena kalah jumlah saat bentrokan pertama, kelompok tersebut kembali lagi dengan membawa sekitar sepuluh orang lainnya yang juga membawa senjata tajam. "Kelompok tersebut kemudian melakukan penyerangan hingga terjadi keributan yang mengakibatkan beberapa orang mengalami luka bacok," ujar Parikhesit.

Korban dan Imbauan Polisi

Tiga orang pedagang mengalami luka serius akibat bacokan. Selain itu, dua orang dari kelompok pelaku juga turut terluka. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan atau main hakim sendiri. "Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Apabila mengalami tindakan premanisme, pemerasan, atau tindak pidana lainnya, segera laporkan kepada kepolisian melalui layanan 110 atau kantor polisi terdekat. Kami akan menindak tegas setiap bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Jauhari. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mudah terpancing emosi dan mempercayakan penanganan setiap persoalan kepada aparat penegak hukum demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Tangerang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga