Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati di Rumah Mereka
Dua Anggota Garda Revolusi Iran Tewas Ditembak

Para penyerang menembak mati dua anggota Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di rumah mereka di kota Paveh, Iran barat, dekat perbatasan dengan wilayah Kurdistan, Irak. Peristiwa ini terjadi pada Senin (29/6/2026) dan dilaporkan oleh televisi pemerintah Iran, Selasa (30/6/2026).

Dua Tewas, Dua Luka-Luka

Kedua anggota IRGC tersebut tewas dalam "tindakan teroris dan pengecut", menurut laporan televisi pemerintah Iran, yang dikutip oleh kantor berita AFP. Dua anggota Garda Revolusi lainnya juga terluka dalam penembakan tersebut. Belum jelas siapa yang berada di balik serangan ini, namun otoritas Iran sering menyalahkan kelompok separatis Kurdi di daerah tersebut atas kekerasan sebelumnya. Teheran menuduh mereka memiliki hubungan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Penyelidikan dan Operasi Balasan

Televisi pemerintah Iran mengatakan "rincian pasti dari insiden ini dan langkah-langkah yang diambil untuk mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab sedang ditelaah". Sementara itu, Sepah News, media resmi IRGC, mengumumkan bahwa IRGC telah membubarkan sebuah tim yang bekerja untuk "kelompok anti-pemerintah dan separatis" yang memasuki Iran dari perbatasan barat laut. Laporan tersebut menyertakan foto-foto buram yang menunjukkan empat jasad orang yang diduga tewas dalam operasi balasan tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Serangan Terpisah di Sistan-Baluchistan

Secara terpisah, "kendaraan sebuah keluarga diberondong peluru" pada hari Senin (29/6) di kota Saravan, provinsi Sistan-Baluchistan, menewaskan sang ayah dan ibu. Menurut televisi pemerintah Iran, serangan itu "dilakukan oleh tentara bayaran Zionis-Amerika", sebuah istilah yang biasa digunakan para pejabat Iran untuk menyebut kelompok separatis dan militan. Pihak berwenang belum mengidentifikasi pelaku atau memberikan rincian lebih lanjut tentang para korban.

Latar Belakang Ketegangan

Sistan-Baluchistan, yang berbatasan dengan Pakistan dan Afghanistan, telah lama menjadi lokasi bentrokan antara pasukan keamanan, pemberontak, dan penyelundup narkoba. Provinsi ini merupakan salah satu yang termiskin di Iran dan menjadi rumah bagi populasi etnis Baloch yang cukup besar, yang sebagian besar adalah Muslim Sunni di negara dengan mayoritas Syiah tersebut. Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan di wilayah perbatasan Iran yang kerap melibatkan kelompok separatis dan dugaan campur tangan asing.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga