Militer Iran secara resmi memperingatkan Amerika Serikat (AS) mengenai keberadaan jet tempur dan drone di wilayah Selat Hormuz. Peringatan keras ini disampaikan pada Kamis (2/7/2026), setelah Teheran menilai bahwa aktivitas militer AS di jalur pelayaran strategis tersebut berpotensi mengganggu keamanan kawasan.
Pernyataan Resmi Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya
Dalam pernyataan yang dikutip oleh kantor berita semi-resmi Fars, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa kehadiran pesawat tempur dan drone AS di atas Selat Hormuz telah menyebabkan ketidakamanan di jalur air tersebut. Mereka menegaskan bahwa tindakan ini akan mengancam keamanan regional secara keseluruhan.
"Kehadiran pesawat tempur dan drone AS di atas Selat Hormuz telah menyebabkan ketidakamanan di jalur air ini dan akan mengancam keamanan regional," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Sikap Tegas Iran terhadap Campur Tangan AS
Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam apabila terjadi campur tangan atau agresi dari militer AS maupun pihak-pihak yang mendukungnya di kawasan tersebut. Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS, khususnya di perairan strategis Selat Hormuz yang menjadi jalur utama transportasi minyak dunia.
Selat Hormuz merupakan salah satu titik paling sensitif dalam geopolitik global karena sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati selat ini. Kehadiran militer AS di wilayah tersebut kerap dipandang oleh Iran sebagai provokasi yang dapat mengancam kedaulatan dan stabilitas regional.
Latar Belakang Ketegangan
Peringatan ini disampaikan sekitar 120 hari setelah insiden serangan rudal AS ke sebuah sekolah di Iran, yang hingga kini masih dalam proses rekonstruksi menurut laporan media asing. Hubungan kedua negara yang sudah tegang semakin memburuk dengan adanya patroli dan pengintaian udara AS di dekat perairan Iran.
Analis militer menilai bahwa peringatan Iran ini merupakan sinyal bahwa Teheran siap mengambil tindakan defensif jika merasa terancam. Sejauh ini, belum ada tanggapan resmi dari Pentagon atau pihak berwenang AS terkait peringatan tersebut.



