NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Sedikitnya 55 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya terluka akibat ledakan besar yang mengguncang sebuah desa di wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak di Negara Bagian Shan, Myanmar, dekat perbatasan China, pada Minggu (31/5/2026). Ledakan terjadi di Desa Kaung Tat, Namkham, kawasan yang berada di bawah kendali kelompok bersenjata etnis Ta'ang National Liberation Army (TNLA), salah satu kelompok pemberontak terkuat yang menentang junta militer Myanmar.
Korban Jiwa dan Luka-luka
Dilansir dari BBC dan Al Jazeera, Senin (1/6/2026), sumber yang mengetahui situasi di lokasi menyebutkan sedikitnya 55 orang meninggal dunia, terdiri dari sekitar 30 laki-laki dan 25 perempuan. Korban juga mencakup sejumlah anak-anak. Selain korban tewas, lebih dari 70 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Latar Belakang Konflik
TNLA merupakan salah satu dari beberapa kelompok etnis bersenjata yang telah lama berkonflik dengan militer Myanmar. Wilayah Negara Bagian Shan sering menjadi medan pertempuran antara pemberontak dan pasukan junta. Ledakan ini menambah daftar panjang kekerasan di Myanmar sejak kudeta militer pada 2021.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak TNLA maupun junta militer Myanmar mengenai penyebab ledakan. Tim penyelamat masih terus berupaya mengevakuasi korban dan mencari kemungkinan adanya korban lain di reruntuhan.



