5 Berita Terpopuler Internasional: Rumor Kode Nuklir Trump hingga Pengunduran Menteri AL AS
Rumor Kode Nuklir Trump hingga Menteri AL AS Mundur

Presiden AS Donald Trump Dikabarkan Coba Gunakan Kode Nuklir dalam Rapat Iran

Sebuah rumor mengejutkan beredar bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencoba menggunakan kode nuklir selama rapat panas tentang krisis Iran pada Sabtu lalu. Namun, seorang juru bicara Gedung Putih dengan tegas membantah klaim yang viral tersebut.

Klaim ini pertama kali muncul dari pernyataan mantan perwira CIA, Larry Johnson, dalam podcast "Judging Freedom" pada 20 April. Seperti dilaporkan Newsweek, Johnson mengklaim bahwa rapat darurat Gedung Putih pada 18 April diwarnai adu mulut, di mana Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, menolak perintah Trump yang melibatkan kode nuklir. Johnson menyebut perdebatan itu "cukup sengit" dan jenderal tersebut menolak memfasilitasi tindakan itu. Meskipun pertemuan tingkat tinggi memang terjadi sekitar berakhirnya gencatan senjata Iran, tidak ada laporan independen atau konfirmasi resmi yang mendukung pernyataan tersebut.

Trump Klaim Iran Hentikan Eksekusi 8 Wanita Atas Permintaannya

Presiden AS Donald Trump mengklaim Iran telah menghentikan rencana eksekusi mati terhadap delapan wanita yang ditangkap karena protes anti-pemerintah. Trump mengatakan hal ini terjadi setelah ia mendesak Teheran untuk membebaskan mereka guna membantu negosiasi perdamaian. "Saya sangat menghargai bahwa Iran, dan para pemimpinnya, menghormati permintaan saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, dan menghentikan rencana eksekusi tersebut," tulisnya di platform Truth Social, Kamis (23/4/2026). Sebelumnya, Iran telah membantah berencana mengeksekusi para wanita tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Militer AS Cegat Tiga Kapal Tanker Minyak Iran di Perairan Asia

Militer Amerika Serikat dilaporkan telah mencegat setidaknya tiga kapal tanker minyak berbendera Iran di perairan Asia. Kapal-kapal tersebut dialihkan dari posisi mereka di dekat India, Malaysia, dan Sri Lanka. Hal ini diungkapkan sumber perkapalan dan keamanan kepada Reuters dan Al Arabiya, Kamis (23/4/2026). Washington telah memberlakukan blokade terhadap perdagangan laut Iran, sementara Iran menembaki kapal untuk mencegah mereka berlayar melalui Selat Hormuz. Hampir dua bulan setelah AS dan Israel memulai perang terhadap Iran, hanya ada sedikit tanda-tanda perundingan damai akan dilanjutkan selama gencatan senjata yang tidak stabil.

Menteri Angkatan Laut AS Mundur Mendadak Akibat Ketidakcocokan dengan Menhan

Departemen Pertahanan AS mengumumkan bahwa Menteri Angkatan Laut John Phelan akan meninggalkan jabatannya "segera". Pengunduran diri ini menyusul pemecatan perwira tinggi Angkatan Darat AS, Jenderal Randy George, dan dua perwira senior lainnya awal bulan ini, di tengah keterlibatan AS dalam perang dengan Iran. Juru bicara Pentagon Sean Parnell menyatakan di media sosial X bahwa Phelan meninggalkan pemerintahan dan akan digantikan sementara oleh Wakil Menteri Hung Cao, Kamis (23/4/2026).

AS Perkirakan Butuh 6 Bulan untuk Bersihkan Selat Hormuz dari Ranjau Iran

Departemen Pertahanan AS memperkirakan dibutuhkan waktu enam bulan untuk membersihkan Selat Hormuz dari ranjau yang dipasang Iran. Hal ini berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi. Iran hampir sepenuhnya memblokir jalur air vital tersebut sejak dimulainya perang dengan AS dan Israel, memicu kenaikan harga minyak dan gas serta mengganggu perekonomian global. Menurut Al Arabiya English, Kamis (23/4/2026), selat yang biasanya dilalui seperlima minyak dan gas dunia ini sebagian besar tetap tertutup selama gencatan senjata yang rapuh, dengan AS memberlakukan blokade sendiri.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga