Serangan Israel di Gaza Tewaskan 5 Orang, Komandan Hamas dan Anak 9 Tahun Jadi Korban
Serangan Israel di Gaza Tewaskan 5 Orang Termasuk Komandan Hamas

Israel melancarkan serangan ke Jalur Gaza yang menewaskan lima orang, termasuk seorang komandan Hamas dan seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun. Serangan ini terjadi di tengah ketegangan yang terus berlanjut antara Israel dan Palestina.

Kronologi Serangan

Dilansir dari AFP, Rabu (29/4/2026), sumber Palestina menyatakan bahwa wilayah Palestina tetap dilanda kekerasan setiap hari akibat serangan Israel yang terus berlanjut. Militer Israel dan Hamas saling menuduh melanggar gencatan senjata yang telah disepakati pada bulan Oktober.

Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan bahwa empat orang tewas dan enam lainnya terluka ketika sebuah drone menembakkan dua rudal ke sebuah mobil di lingkungan Al-Rimal di barat Kota Gaza. Sebuah sumber keamanan Gaza mengidentifikasi dua korban sebagai komandan Hamas Iyad al-Shanbari dan putranya Salah. Dua korban lainnya tidak disebutkan namanya, dan Hamas belum memberikan reaksi langsung terhadap serangan tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban Anak-anak

Dalam insiden terpisah, badan pertahanan sipil mengkonfirmasi bahwa Adel al-Najjar yang berusia sembilan tahun tewas. Menurut pernyataan badan pertahanan sipil, anak laki-laki tersebut tewas ketika serangan drone Israel terjadi bersamaan dengan penembakan artileri di sebelah timur Khan Yunis.

Tentara Israel secara singkat mengkonfirmasi bahwa mereka telah menyerang seorang teroris di lokasi kejadian. Namun, mereka tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai serangan tersebut.

Reaksi dan Tuduhan

Serangan ini memicu kecaman dari berbagai pihak. Hamas menuduh Israel melanggar gencatan senjata, sementara Israel menuding Hamas sebagai pihak yang memulai provokasi. Konflik yang telah berlangsung lama ini terus menimbulkan korban jiwa di kedua belah pihak, terutama di kalangan warga sipil Gaza.

Badan pertahanan sipil Gaza terus berupaya mengevakuasi korban dan memberikan bantuan medis kepada para korban luka. Situasi di Gaza semakin memprihatinkan dengan infrastruktur yang rusak dan pasokan medis yang terbatas.

Serangan terbaru ini menambah panjang daftar kekerasan di kawasan tersebut. Masyarakat internasional mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan demi mencapai perdamaian yang berkelanjutan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga