Militer Israel mengonfirmasi bahwa seorang tentaranya tewas akibat serangan drone yang dilancarkan oleh Hizbullah di dekat perbatasan Lebanon. Peristiwa ini menambah jumlah korban tewas di pihak Israel menjadi 24 orang sejak konflik pecah pada awal Maret lalu.
Kronologi Serangan Drone Hizbullah
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis, 28 Mei 2026, militer Israel menyebutkan bahwa tentara yang gugur adalah Sersan Rotem Yanai, berusia 20 tahun. Ia tewas saat menjalankan aktivitas operasional di wilayah utara Israel. Serangan tersebut juga mengakibatkan satu tentara cadangan menderita luka parah dan satu lainnya luka sedang.
Menurut keterangan militer Israel kepada AFP, Yanai tewas akibat ledakan drone yang dikendalikan Hizbullah. Kelompok milisi yang didukung Iran itu kerap menggunakan drone untuk menyerang posisi pasukan Israel di perbatasan.
Reaksi Keras Pejabat Israel
Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menyampaikan duka cita atas kematian Yanai dan menyerukan tindakan balasan yang lebih keras. Melalui akun Telegramnya, Smotrich menulis, “Satu-satunya cara untuk menghentikan serangan adalah dengan penghancuran besar-besaran di pinggiran selatan Beirut, tempat Hizbullah berkuasa.” Ia menambahkan, “Untuk setiap drone yang menyerang tentara kita, kita harus menghancurkan seratus bangunan di Dahiyeh.”
Seruan ini muncul setelah militer Israel mengumumkan dimulainya serangan baru pada Kamis pagi yang menargetkan infrastruktur Hizbullah di sekitar kota Tyre di Lebanon selatan. Sebelumnya, Israel telah mengeluarkan peringatan evakuasi kepada penduduk di wilayah tersebut.
Eskalasi Konflik di Perbatasan
Sehari sebelum serangan terbaru, Israel menyatakan seluruh wilayah di selatan Sungai Zahrani, Lebanon, sebagai zona tempur. Wilayah itu berjarak sekitar 40 kilometer dari perbatasan Israel. Penduduk diimbau untuk mengungsi menjelang serangan terhadap Hizbullah.
Sejak konflik dimulai pada 2 Maret 2026, sebanyak 24 warga Israel tewas, terdiri dari 23 tentara dan satu kontraktor sipil. Di pihak Lebanon, Kementerian Kesehatan Lebanon pada Rabu, 27 Mei, melaporkan total korban tewas mencapai 3.269 orang, meningkat 56 orang dari hari sebelumnya akibat serangan besar-besaran Israel.
Meskipun gencatan senjata sempat diumumkan pada pertengahan April, Israel terus melanjutkan operasi militernya di Lebanon. Sementara itu, Hizbullah masih kerap meluncurkan drone ke arah pasukan Israel dan wilayah utara Israel.



