Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menegaskan bahwa kesepakatan yang diusulkan dengan Iran secara eksplisit melarang Teheran untuk memperoleh senjata nuklir. Penegasan ini disampaikan Trump untuk menolak klaim yang menyebut kerangka kerja kesepakatan yang diusulkan tidak membahas isu-isu nuklir secara memadai.
Dalam pernyataan terbaru melalui akun media sosial Truth Social pada Minggu (31/5) waktu setempat, Trump menekankan bahwa kesepakatan yang diusulkan menyatakan dengan sangat jelas bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Ia juga menambahkan bahwa usulan kesepakatan tersebut berisi ketentuan yang luas terkait program nuklir Iran.
Respons terhadap Laporan Media
Pernyataan Trump ini tampaknya merespons laporan dari CNN yang menyebut kerangka kerja dalam kesepakatan yang diusulkan tidak membahas isu-isu nuklir secara memadai. Trump dengan tegas menolak karakterisasi tersebut.
"Kemudian dilanjutkan, dengan sangat detail dan panjang lebar, untuk membahas berbagai aspek-aspek lainnya dari nuklir. Bahkan, itulah sebagian besar isi perjanjian tersebut," ujar Trump dalam pernyataannya.
Trump juga mengkritik sejumlah media yang dituduhnya telah salah mengartikan isi perjanjian yang diusulkan. Ia telah berulang kali mengatakan bahwa setiap kesepahaman di masa depan dengan Teheran harus mencakup jaminan yang mencegah Iran mengembangkan atau memperoleh senjata nuklir.
Sikap Iran
Iran sendiri telah berulang kali membantah pihaknya berniat memproduksi senjata nuklir. Pada akhir pekan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmael Baghaei, menyatakan bahwa negosiasi yang sedang berlangsung dengan AS fokus pada mengakhiri perang dan tidak ada negosiasi mengenai isu nuklir.
Pernyataan Trump ini disampaikan setelah laporan New York Times (NYT) yang menyebut Presiden AS telah mengirimkan kepada Iran versi revisi dari kerangka kerja perdamaian yang diusulkan, berisi persyaratan yang lebih keras. NYT, mengutip tiga pejabat AS yang memahami masalah ini, melaporkan bahwa Trump mengubah beberapa elemen dari draf kesepakatan dan menyerahkannya kembali kepada Teheran untuk dipertimbangkan. Tidak disebutkan lebih lanjut soal perubahan yang dilakukan Trump pada draf kesepakatan itu.



