Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis daftar wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang pada periode 27-28 Mei 2026. Fenomena cuaca ekstrem ini dipicu oleh dinamika peralihan musim yang masih berlangsung di Indonesia.
Pengaruh Peralihan Musim
BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca di Indonesia saat ini masih dipengaruhi oleh masa transisi musim. Sebagian wilayah telah memasuki musim kemarau, sementara wilayah lainnya masih berada dalam masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Hal ini menyebabkan variasi cuaca yang signifikan antar daerah.
Pemanasan Permukaan yang Intens
Kondisi peralihan musim ditandai dengan minimnya tutupan awan sejak pagi hingga siang hari. Hal ini memicu pemanasan permukaan bumi secara intens. Akibatnya, suhu udara maksimum di sejumlah daerah tercatat melampaui 35 derajat Celsius pada periode 21-24 Mei 2026. Pemanasan yang kuat ini berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan yang dapat memicu hujan lebat dan angin kencang.
Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. BMKG juga merekomendasikan untuk memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.



