Survei Median: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Jadi Favorit Publik
Hasil survei terbaru dari Median menunjukkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program pemerintah yang paling disukai oleh masyarakat Indonesia. Survei ini mengungkap bahwa sebanyak 51,5% responden merasa program MBG memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Metodologi dan Cakupan Survei
Survei Median dilaksanakan pada periode 30 Maret hingga 7 April 2026 dengan melibatkan total 1.300 sampel. Proses pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner di media sosial, dengan target responden adalah pengguna aktif berusia 17 hingga 60 tahun. Formulir pertanyaan disebarkan secara proporsional terhadap populasi dan tersebar di berbagai akun media sosial di seluruh Indonesia.
Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, menjelaskan bahwa metode pengambilan data melalui media sosial ini berbeda dengan wawancara tatap muka, sehingga tidak menerapkan konsep sampling error. Dalam survei ini, responden ditanyai mengenai program pemerintah mana yang paling mereka sukai.
MBG Menduduki Peringkat Teratas
Berdasarkan jawaban top of mind dari responden, program MBG berhasil menduduki urutan pertama sebagai program paling disukai. Rico Marbun menyatakan, "Yang paling disukai itu pertama, Makan Bergizi Gratis atau MBG. MBG ini ternyata yang menyatakan suka itu kurang lebih ada 27,5%, mayoritas ya, dan angkanya sangat besar sekali," ujarnya dalam paparan pada Rabu (15/4/2026).
Selain MBG, survei juga mencatat lima program teratas berdasarkan preferensi responden. Urutan tersebut adalah MBG (27,5%), bansos/BLT (8,1%), pemberantasan korupsi (3,8%), Sekolah Rakyat (3,1%), dan cek kesehatan gratis (3,1%).
Penilaian Dampak dan Alasan Dukungan
Responden kemudian diberikan pertanyaan lebih lanjut mengenai penilaian dampak program MBG. Pertanyaan tersebut berbunyi, 'Secara umum, bagaimana penilaian Anda terhadap dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG), apakah bermanfaat atau tidak bermanfaat bagi masyarakat?'.
Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas responden, yaitu 51,5%, menilai program MBG bermanfaat. Sementara itu, 31,5% responden menjawab tidak bermanfaat, dan 17,0% memilih tidak tahu atau tidak menjawab.
Rico Marbun memaparkan setidaknya ada tiga alasan utama publik mendukung program MBG. Alasan-alasan tersebut meliputi:
- Sebanyak 20% responden menyatakan MBG membantu memenuhi gizi anak.
- Sebanyak 11,7% responden menjawab MBG telah membuka lapangan kerja baru.
- Sebanyak 9,7% responden berpendapat bahwa MBG menghemat pengeluaran rumah tangga.
Survei ini memberikan gambaran jelas bahwa program Makan Bergizi Gratis tidak hanya populer, tetapi juga dianggap memberikan dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan hingga ekonomi.



