Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melanjutkan program penataan kawasan kumuh dan rawan di ibu kota. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah bantaran rel Stasiun Senen, Jakarta Pusat. Progres penataan di kawasan tersebut menunjukkan hasil yang signifikan, dengan target penyelesaian keseluruhan pada tahun 2027.
Target Penataan 445 RW Kumuh
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menyatakan bahwa program penataan kawasan kumuh ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2025-2029 dan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2024 tentang Peningkatan Kualitas Permukiman. Pemerintah provinsi menargetkan penataan seluruh RW kumuh yang berjumlah sekitar 445 RW. Hingga tahun 2024, sebanyak 284 RW telah berhasil ditangani.
Pada tahun 2025, penataan dilanjutkan di sekitar 55 RW. Secara keseluruhan, penataan ditargetkan rampung pada tahun 2027. Kawasan bantaran rel dan daerah rawan akan direlokasi ke hunian vertikal melalui kerja sama dengan pemerintah pusat.
Dampak Positif Penataan
Chico Hakim menekankan bahwa penataan kawasan kumuh dan rawan memberikan dampak positif yang signifikan. Dari sisi keselamatan, risiko kecelakaan kereta api dapat diminimalkan. Dari segi ketertiban kota, lahan milik negara dapat dikembalikan fungsinya sehingga lebih tertib dan tertata. Selain itu, kualitas hidup warga meningkat melalui perbaikan kesehatan, pendidikan anak, dan produktivitas.
Pemprov DKI berencana melanjutkan penataan serupa di bantaran rel lainnya secara bertahap. Kerja sama dengan Pemerintah Pusat, PT KAI, dan pemangku kepentingan terkait terus dilakukan. Pendekatan yang diterapkan meliputi relokasi ke hunian layak, penegakan aturan lahan negara, dan pencegahan okupasi baru, termasuk pemasangan pagar pembatas di titik rawan.
Hunian Sementara untuk Warga Bantaran Rel Senen
Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga bantaran rel Senen hampir rampung. Saat ini, Pemprov Jakarta sedang menyelesaikan sambungan air PAM dan listrik PLN. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, menjelaskan bahwa huntara tersebut berlokasi di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, di atas lahan milik PT Angkasa Pura. Total hunian yang disediakan mencapai 324 unit dan ditargetkan mulai dihuni pada bulan Juni 2026.
Chico Hakim menambahkan bahwa pembangunan huntara ini merupakan sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah. Pemprov DKI juga telah menyiapkan tiga rumah susun (Rusun) di Nagrak, Rorotan, dan PIK Pulogadung sebagai opsi relokasi sementara tambahan bagi warga terdampak.
Dengan adanya penataan ini, diharapkan Jakarta dapat menjadi kota yang lebih aman, tertata, dan manusiawi. Program ini menjadi langkah nyata dalam mengurangi kawasan kumuh dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



