Tito Karnavian Dorong Pembangunan Huntara untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh Utara
Jakarta - Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat proses relokasi dan pembangunan hunian layak bagi masyarakat yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara. Dalam kunjungan kerjanya, Tito menyatakan bahwa pemerintah tidak ingin warga terus tinggal di tenda dalam jangka waktu lama, karena kondisi tersebut dianggap tidak nyaman dan kurang layak.
Hunian Sementara sebagai Solusi Segera
Tito Karnavian menekankan bahwa hunian sementara (huntara) harus segera dibangun untuk memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat sembari menunggu penyelesaian hunian tetap (huntap). "Saya ingin agar secepat mungkin dibangunkan hunian sementara yang layak, jangan lagi [tinggal] di tenda karena di tenda itu nggak nyaman," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Jumat, 20 Februari 2026. Pernyataan ini disampaikan saat ia melakukan kunjungan kerja ke Dusun Kareung, Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.
Relokasi ke Wilayah yang Lebih Aman
Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa masyarakat yang berada di permukiman rawan banjir dan masuk dalam kategori daerah berisiko tinggi akan direlokasi ke wilayah yang lebih aman. Menurutnya, relokasi merupakan langkah paling efektif untuk mencegah korban terdampak kembali jika bencana serupa terjadi di masa depan. "Relokasi itu artinya [masyarakat yang sebelumnya berada di] 'daerah merah' karena itu dipindahkan semua. Kalau pindahkan semua ya semua harus mendapatkan hunian tetap," tegasnya.
Skema Pembangunan Pascarelokasi
Pada kesempatan yang sama, Tito Karnavian juga memaparkan skema pembangunan rumah pascarelokasi. Bagi warga yang memilih untuk membangun di atas tanah masing-masing, proses pembangunan akan dikoordinasikan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap keluarga terdampak mendapatkan hunian yang layak dan aman, sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menangani dampak bencana banjir di Aceh Utara, dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan warga dapat segera pulih dan kembali beraktivitas normal tanpa khawatir akan ancaman banjir di kemudian hari.



