Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah melakukan pembicaraan dengan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen. Keduanya membahas berbagai topik, mulai dari perdagangan internasional hingga potensi Iran memiliki senjata nuklir.
Trump Klaim Dukungan Uni Eropa
Dalam pembicaraan tersebut, Trump juga membahas negosiasi perdagangan dengan Uni Eropa terkait tarif baru yang telah ditetapkan AS. Namun, Trump mengklaim telah mendapatkan dukungan Uni Eropa terkait larangan Iran memiliki senjata nuklir.
"Kami membahas banyak topik, termasuk bahwa kami sepenuhnya bersatu bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, dilansir CNN International, Jumat (8/5/2026).
Negosiasi AS-Iran Masih Berlangsung
Negosiasi antara AS dan Iran saat ini masih berlangsung. Iran masih meninjau "pesan" dari AS melalui mediator Pakistan dan belum menyelesaikan tanggapannya terhadap proposal AS untuk mengakhiri perang. Trump juga mengatakan ia mendesak Ursula tentang komitmen perdagangan yang terkait dengan apa yang ia sebut sebagai "Kesepakatan Perdagangan Bersejarah" yang dicapai di Turnberry tahun lalu.
"Saya telah menunggu dengan sabar agar Uni Eropa memenuhi bagian mereka dari Kesepakatan Perdagangan Bersejarah yang kami sepakati di Turnberry, Skotlandia, Kesepakatan Perdagangan terbesar yang pernah ada! Sebuah janji telah dibuat bahwa Uni Eropa akan memenuhi bagian mereka dari Kesepakatan dan, sesuai dengan Perjanjian, memangkas Tarif mereka menjadi NOL!" lanjut Trump.
Ancaman Tarif Lebih Tinggi
Trump mengatakan dia setuju untuk memberi Uni Eropa waktu hingga peringatan 250 tahun Amerika Serikat sebelum menaikkan tarif "ke tingkat yang jauh lebih tinggi." Tidak jelas berdasarkan wewenang apa Trump dapat memberlakukan bea masuk tersebut mengingat putusan Mahkamah Agung yang membatalkan kebijakan tarifnya awal tahun ini.



