Kanselir Merz Dikritik Usai Jerman Tersingkir dari Piala Dunia
Kanselir Merz Dikritik Usai Jerman Tersingkir Piala Dunia

Kanselir Jerman Friedrich Merz menjadi sasaran kritik tajam setelah tim nasional Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2026. Kekalahan adu penalti dari Paraguay pada Selasa (1/7) memicu kekecewaan publik, dan unggahan Merz di media sosial justru memperburuk situasi.

Unggahan Dukungan yang Menuai Kecaman

Tak lama setelah pertandingan berakhir, akun resmi Kanselir Merz di X (sebelumnya Twitter) mengunggah pesan dukungan. “Walaupun tersingkir memang menyakitkan, kalian bertanding dengan luar biasa! Dedikasi dan semangat kebersamaan yang kalian tunjukkan di Piala Dunia ini telah menginspirasi negara kita. Kami bangga pada kalian,” tulis Merz.

Unggahan itu justru memicu gelombang kritik. Banyak pengguna media sosial mempertanyakan apakah Merz benar-benar menyaksikan pertandingan yang sama dengan jutaan warga Jerman lainnya. Kirill Dmitriev, orang dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, ikut mengomentari, “Merz pandai terus-menerus merayakan kegagalan.” Anggota Parlemen Eropa Marie-Agnes Strack-Zimmermann juga menyindir, mengatakan ia tak tahu mana yang lebih buruk: penampilan tim Jerman atau reaksi sang kanselir.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kesalahan Koordinasi dari Kantor Kanselir

Menanggapi kritik, Kantor Kanselir Jerman menyebut unggahan itu muncul akibat “kesalahan koordinasi”. Mereka memahami bahwa hal tersebut “sangat mengganggu”. Sejumlah media di Berlin melaporkan bahwa beberapa draf unggahan telah disiapkan sebelum pertandingan usai, memuat respons atas berbagai kemungkinan hasil. Namun, seorang staf media sosial dilaporkan keliru menekan tombol, sehingga unggahan yang tidak semestinya terbit justru dipublikasikan.

Surat kabar Bild bahkan mendedikasikan hampir satu halaman penuh untuk insiden itu. Tajuknya menyamakan unggahan Merz sebagai “gol bunuh diri” setelah Jerman tersingkir dari Piala Dunia.

Pernyataan Kedua dan Respons Pemerintah

Pada Rabu (2/7), Wakil Juru Bicara Pemerintah Sebastian Hille mengatakan Merz menyaksikan pertandingan tersebut secara langsung. “Tentu saja kanselir kecewa dengan tersingkirnya tim nasional Jerman dari Piala Dunia, sama seperti jutaan penggemar sepak bola lainnya di Jerman,” ujarnya.

Merz kemudian mengunggah pernyataan kedua. “Kita merayakan keberhasilan bersama. Saat kalah, kita tetap berdiri bersama. Itulah yang membuat kita kuat. Siapa pun yang mengenakan lambang elang nasional di dadanya layak mendapat dukungan kita, bukan ejekan,” tulisnya.

Konteks Politik dan Survei Kepuasan Publik

Kontroversi ini terjadi di tengah merosotnya kepuasan publik terhadap pemerintahan Merz. Menurut survei ARD-Deutschlandtrend pada awal Juni, sebanyak 87 persen responden tidak puas terhadap kinerja pemerintah. Angka itu menjadi rekor tertinggi tingkat ketidakpuasan terhadap pemerintah. Faktor penyebabnya meliputi ekonomi yang belum pulih, infrastruktur yang menua, hingga keraguan publik terhadap rencana reformasi sistem pensiun dan layanan kesehatan.

Para pengamat politik kerap menilai keberhasilan timnas Jerman dapat menciptakan sentimen positif yang menguntungkan pemerintah. Namun, buruknya penampilan tim di Piala Dunia justru memperkuat sentimen negatif di dalam negeri.

Panggilan Video Kaku dan Olok-olok Medsos

Sebelum turnamen dimulai, Merz juga sempat melakukan panggilan video dengan skuad Jerman yang berada di Amerika Serikat. Momen itu dinilai kaku dan menuai olok-olok di media sosial. “Satu Jerman mendukung kalian! Semua orang di sini ikut tegang menanti pertandingan,” kata Merz saat itu, padahal antusiasme masyarakat terhadap timnas saat itu tak sebesar penggambarannya.

Insiden unggahan di X semakin memperkuat anggapan bahwa sang kanselir bukan penggemar sepak bola yang memahami situasi tim secara dekat. Di sisi lain, sejumlah pihak menilai masih banyak hal yang jauh lebih penting untuk dipersoalkan dari seorang kanselir, dan ketertarikannya terhadap sepak bola bukanlah isu paling krusial.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga