Jakarta -- Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar angkat bicara dan menyindir sikap politik PDIP yang dinilai abu-abu di tengah gelombang demonstrasi dan kritik terhadap pemerintah belakangan ini. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyatakan pihaknya menghormati sikap politik PDIP yang oleh sejumlah petingginya disebut sebagai partai penyeimbang.
Pernyataan Sekjen Golkar
"Terserah PDIP saja. Tapi kalau membaca komentar beberapa tokoh PDIP mereka berposisi sebagai penyeimbang. Kami menghormati posisi PDIP sebagai penyeimbang," ujar Sarmuji saat dihubungi pada Jumat (19/6).
Meski demikian, Sarmuji mengaku tidak memahami maksud dari posisi tersebut. Ia enggan ikut campur dan menyerahkan penilaian kepada rakyat. "Selama ini entah apa yang diseimbangkan? Nanti rakyat yang menilai," katanya.
Sindiran Tanpa Intervensi
Sarmuji menambahkan bahwa sebenarnya posisi tersebut bisa dibaca dengan jelas jika dicermati lebih saksama. Namun, ia tidak ingin ikut campur lebih jauh. "Istilah penyeimbang saja sebenarnya sudah bisa dibaca bagi yang mau membaca. Tidak perlu memaksa supaya jelas. Kita hormati saja," jelasnya.
Sindiran serupa sebelumnya dilontarkan oleh Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid. Ia mengingatkan PDIP untuk bersikap tegas dan tidak abu-abu dalam menentukan posisi di pemerintahan.
Kritik dari PKB
Jazilul menyoroti keterlibatan salah satu kader PDIP, Andi Widjajanto, dalam aksi mahasiswa di Bundaran HI pada Jumat (12/6). Andi merupakan mantan Gubernur Lemhannas. "Kalau di oposisi, oposisi. Jangan abu-abu. Karena, kami semua sedang berjuang keras untuk mewujudkan apa yang menjadi janji Pak Presiden," tegas Jazilul di kompleks parlemen.
Pernyataan-pernyataan ini menambah dinamika politik menjelang tahun politik, di mana posisi partai-partai semakin dipertanyakan publik.



