Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Gorontalo resmi dibuka di Kota Gorontalo pada Sabtu, 4 Juli 2026. Pembukaan berlangsung meriah dengan prosesi penabuhan Polopalo, alat musik tradisional khas Gorontalo, sebagai simbol dimulainya kompetisi yang bertujuan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Prosesi Pembukaan oleh Pejabat MPR dan Dinas Pendidikan
Seremoni diawali dengan pembukaan resmi oleh Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI, Wachid Nugroho. Kemudian, acara dilanjutkan dengan ketukan Polopalo bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad.
Dalam sambutannya, Sudarman menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR RI. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan media pembelajaran bagi pelajar untuk memahami fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI penting sebagai benteng bagi generasi muda dalam menghadapi derasnya pengaruh negatif perkembangan teknologi digital dan media sosial.
Membangun Karakter Pelajar Melalui LCC
"Harapan kami, kegiatan ini menjadi sarana membangun karakter sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap nilai-nilai kebangsaan," ujar Sudarman dalam keterangannya, Senin (6/7/2026). Sudarman juga mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan. Ia menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah membimbing para siswa hingga mampu mengikuti kompetisi tingkat provinsi. Ia menegaskan bahwa seluruh peserta merupakan putra-putri terbaik Gorontalo yang diharapkan kelak menjadi pemimpin bangsa dengan karakter kuat serta berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Sebanyak sembilan sekolah menengah atas dan sederajat dari berbagai wilayah di Provinsi Gorontalo mengikuti LCC Empat Pilar MPR RI, yaitu SMKN 1 Gorontalo, SMKN 1 Bulango Utara, SMAN 1 Gorontalo Utara, MAN Insan Cendikia Gorontalo, SMKN 1 Limboto, SMAN 3 Kota Gorontalo, SMAN 1 Randangan, SMA N 1 Kabila, dan MAN 1 Kota Gorontalo.
Strategi MPR Perkuat Ketahanan Ideologi Generasi Muda
Sementara itu, Wachid mengungkapkan bahwa LCC Empat Pilar MPR RI merupakan salah satu strategi MPR dalam memasyarakatkan Empat Pilar sekaligus memperkuat ketahanan ideologi generasi muda. Derasnya arus informasi di media sosial, lanjutnya, membuat generasi muda perlu memiliki kemampuan menyaring berbagai paham yang bertentangan dengan Pancasila.
"Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi salah satu metode MPR untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila kepada generasi penerus bangsa," katanya. Wachid juga mengingatkan bahwa menjelang peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia, generasi muda harus memahami bahwa kemerdekaan diperjuangkan melalui pengorbanan para pahlawan dan harus diisi dengan menjaga persatuan.
Menuju Indonesia Emas 2045
Ia menilai Nusantara bukan hanya kumpulan ribuan pulau, melainkan sebuah gagasan besar yang mempersatukan keberagaman suku, bahasa, dan budaya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, peserta LCC diharapkan tidak hanya menguasai materi tentang sejarah maupun konstitusi, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari. Lebih lanjut, Wachid menegaskan generasi muda saat ini akan menjadi penentu arah perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui LCC Empat Pilar MPR RI, mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI. "Menanglah dengan terhormat, dan bila belum berhasil, pulanglah sebagai pejuang dengan kepala tetap tegak," pesannya kepada para peserta.
Dewan Juri dan Penutup
Pembukaan LCC MPR RI tingkat Provinsi Gorontalo juga dihadiri dewan juri, yaitu Lektor Kepala (Ketua Jurusan Ilmu Hukum FH) Universitas Negeri Gorontalo Dr. Erman I. Rahim, Kepala Law Journal Centre Universitas Negeri Gorontalo Dr. Novendri Nggilu, dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Gorontalo Dr. Nurmin K. Martam.



