Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan perdana menteri sekaligus pemimpin Partai Buruh pada Senin (22/6/2026). Keputusan ini diambil setelah tekanan internal dari partainya sendiri terus meningkat, terutama setelah kemenangan telak Andy Burnham dalam pemilihan sela di daerah pemilihan Makerfield pekan lalu.
Pengakuan Keir Starmer
Dalam pernyataannya yang dilansir BBC, Keir Starmer mengakui bahwa ia bukanlah orang yang tepat untuk memimpin Partai Buruh dalam pemilihan umum berikutnya. "Saya menerima bahwa saya bukanlah orang yang tepat untuk memimpin partai ini dalam pemilihan umum mendatang," ujarnya. Pengunduran diri ini menandai akhir dari masa kepemimpinan Starmer yang dimulai pada April 2020, setelah ia menggantikan Jeremy Corbyn.
Tekanan Internal Partai Buruh
Tekanan terhadap Starmer untuk mengumumkan jadwal kepergiannya semakin memuncak setelah kemenangan Andy Burnham di pemilihan sela Makerfield. Burnham, yang sebelumnya menjabat sebagai walikota Greater Manchester, berhasil mempertahankan kursi parlemennya dengan kemenangan besar atas kandidat dari Reform UK. Kemenangan ini membuat banyak kalangan di Partai Buruh melihat Burnham sebagai kandidat terdepan untuk menggantikan Starmer.
Siapa Andy Burnham?
Andy Burnham adalah politikus senior Partai Buruh yang pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan pada masa pemerintahan Gordon Brown. Ia kemudian terpilih sebagai walikota Greater Manchester pada 2017 dan berhasil memenangkan pemilihan ulang pada 2021. Pemilihan sela Makerfield menjadi ajang kembalinya Burnham ke parlemen, dan ia dianggap sebagai figur yang mampu menyatukan kembali partai yang terpecah belah.
Dampak Pengunduran Diri
Pengunduran diri Starmer membuka jalan bagi kepemimpinan baru Partai Buruh. Para analis politik memperkirakan bahwa Burnham akan menjadi kandidat kuat dalam pemilihan ketua partai mendatang. Langkah ini juga diyakini akan mempengaruhi peta politik Inggris menjelang pemilihan umum berikutnya, terutama dalam menghadapi dominasi Partai Konservatif yang dipimpin Perdana Menteri Rishi Sunak.



