KSAD Maruli Laporkan Progres Pembangunan Infrastruktur Dasar ke Presiden Prabowo
Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama jajaran pejabat utama TNI Angkatan Darat menghadap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka pada Kamis siang, 16 April 2026. Pertemuan ini difokuskan untuk melaporkan perkembangan pelaksanaan tugas strategis yang sedang dikerjakan oleh institusi militer tersebut.
Laporan Perkembangan Tugas Strategis TNI AD
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Jenderal Maruli Simanjuntak menyampaikan progres signifikan dalam pembangunan infrastruktur dasar. Salah satu pencapaian utama yang dilaporkan adalah penyelesaian 300 unit jembatan gantung perintis yang tersebar di berbagai wilayah di seluruh Indonesia dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
Jembatan-jembatan gantung ini dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas di daerah-daerah terpencil, yang seringkali menghadapi kendala transportasi akibat kondisi geografis yang menantang. Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya di lokasi-lokasi yang selama ini kurang terjangkau oleh pembangunan nasional.
Renovasi Sekolah dan Penyediaan Air Bersih
Selain proyek jembatan gantung, KSAD Maruli Simanjuntak juga melaporkan penyelesaian renovasi 300 sekolah yang terdampak bencana di wilayah Sumatera. "Dalam tiga bulan ini pula, telah dirampungkan renovasi 300 sekolah di tiga provinsi terdampak bencana Sumatera, termasuk pembangunan 300 titik bor air bersih di sekolah tersebut," ujar Maruli seperti dikutip dalam keterangan resmi.
Program renovasi sekolah ini tidak hanya mencakup perbaikan fisik bangunan, tetapi juga dilengkapi dengan penyediaan akses air bersih melalui pembuatan titik bor. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan sehat bagi siswa-siswa di daerah yang baru saja pulih dari bencana alam.
Kerja Sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum
Teddy Indra Wijaya menambahkan bahwa TNI Angkatan Darat bekerja sama erat dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat penyelesaian berbagai fasilitas umum di desa-desa hingga daerah terpencil. Kerja sama ini didorong oleh kepedulian terhadap masyarakat di lokasi pembangunan, yang seringkali membutuhkan intervensi cepat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Program-program tersebut mencerminkan komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan nasional, terutama di sektor infrastruktur yang menjadi tulang punggung perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Dengan fokus pada daerah terpencil dan wilayah terdampak bencana, upaya ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah.
Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan KSAD Maruli Simanjuntak ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan institusi militer dalam mencapai target pembangunan nasional. Laporan progres yang disampaikan menunjukkan bahwa TNI AD tidak hanya berperan dalam bidang pertahanan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang vital bagi masyarakat Indonesia.



